Gedung Kesenian Banyumas Terganjal Desain

gedung kesenian banyumas terganjal desain

Anggaran Tahap III Rp 4,4 M
Juni Ditarget Masuk Lelang

PURWOKERTO – Pembangunan gedung kesenian pengganti gedung Sutedja tahap ketiga akhirnya menemui titik terang. Rencananya Juni mendatang, paket pekerjaan akan segera diserahkan ke ULP untuk dilelang.

tidak terawat : sejak pembangunan tahap ii selesai akhir tahun lalu, kondisi gedung kesenian tidak terawat bahkan ditumbuhi lumut. /dimas prabowo/radarmas

Kabid Gedung dan Bangunan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Sakty Suprabowo mengatakan, saat ini prosesnya masih penyempurnaan desain. Meski sudah ada desain sebelumnya, penyempurnaan dilakukan untuk penyesuaian.

“Alokasi anggaran untuk pembangunan gedung kesenian tahap III mencapai Rp 4,4 miliar. Pertengahan Juni kita target sudah masuk lelang,” katanya.

Berdasarkan pantauan Radarmas, kondisi gedung kesenian yang berada di Jalan Pancurawis semakin tidak terawat. Pasalnya, sejak penyelesaian pembangunan tahap II akhir tahun lalu, pembangunan belum lagi dilanjutkan karena adanya penyesuaian desain.

Sakty menuturkan, pembangunan tahap III masih difokuskan pada penyelesaian gedung teater kecil, terutama melanjutkan pembangunan pada tahap I dan II. “Tahun ini juga ada pembangunan akses jalan ke gedung kesenian, ditambah dengan arsitektural lain serta penyediaan fasilitas penerangan gedung,” terangnya.

Pasca pembangunan tahap III, Sakty berharap gedung kesenian sudah bisa operasional meski belum dilengkapi sarana dan prasarana lain. Namun fasilitas gedung kesenian tetap akan ditambahkan secara bertahap. “Kita menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Namun pelan-pelan akan tetap kita lengkapi,” jelasnya.

Kasi Pembinaan Teknis DCKKTR Imam Wibowo mengatakan, usulan pembangunan gedung kesenian meliputi penyelesaian pekerjaan arsitektur, pekerjaan halaman, serta akses jalan masuk gedung kesenian.

“Untuk pekerjaan arsitektur bangunan akan dilakukan penyelesaian interior dan eksterior bangunan teater yang sudah selesai dibangun pada pembangunan tahap sebelumnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada pembangunan tahap II tahun 2015 lalu, pembangunan hanya difokuskan pada penyelesaian gedung utama khususnya pada bagian tembok keliling dan atap. Sedangkan bagian lantai tidak masuk dalam paket pekerjaan tahun lalu.

Adapun nilai kontrak pembangunan gedung kesenian tahap II mencapai Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada tahap I, pembangunan lebih difokuskan pada pembangunan struktur bangunan, terutama pondasi dan bentuk bangunan dengan anggaran yang mencapai Rp 1,7 miliar. (bay/sus)

Sumber: