Generasi Millenial Jadi Sasaran Parpol

generasi millenial jadi sasaran parpol

PURWOKERTO- Generasi millenial menjadi satu generasi yang dianggap dapat menentukan kemenangan Pilkada Banyumas 2018 mendatang. Berkembangnya era digital dan teknologi, tidak membuat politisi dengan gampang menarik perhatian generasi millenial dalam ajang Pilkada Banyumas.

Sekretaris HIPMI BPC Banyumas, Dimas Gustaman mengatakan partai politik masih nyaman dengan generasi senior yang dinilai banyak memberikan jasa, belum ke generasi millenial.

“Sekarang generasi millenial banyak menjadi sasaran. Setidaknya begitu juga dengan parpol hendaknya lebih komunikatif ke generasi muda atau generasi millenial sebagai generasi penerus.

mahasiswa mengikuti seminar yang diselenggarakan kpu banyumas dalam tema mencari pemimpin banyumas di aula gedung perpustakaan iain purwokertoSTOP APATIS Mahasiswa mengikuti seminar yang diselenggarakan KPU Banyumas dalam tema Mencari Pemimpin Banyumas di Aula Gedung Perpustakaan IAIN Purwokerto (2211). (DIMAS PRABOWORADAR BANYUMAS)

Dengan berpartisipasi pada Pilkada Banyumas 2018, anak muda Banyumas lebih melek politik sehingga keadaan lingkungan dan warga Banyumas menuju ke arah yang lebih baik,” kata Dimas dalam acara seminar “Mencari Pemimpin Banyumas Perspektif Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya” yang diselenggarakan KPU Banyumas di IAIN Purwokerto, Rabu (22/11).

Generasi Millennial adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era digital dan teknologi. Kemajuan daerah bergantung pada anak-anak mudanya yang memiliki peran penting dalam proses perubahan. Salah satu bentuk perannya yakni, dalam Pilkada. Dia mengatakan anak muda Bayumas harus mengetahui ekonomi dan politik.

Dosen IAIN Purwokerto yang juga Sekretaris Umum MUI Banyumas, Ridwan mengatakan perlu dipikirkan bagaimana memberdayakan pemilih muda. Salah satunya dengan mengedukasi di dalam rekrutment partai politik.

“Partai politik adalah wasilah. Sehingga parpol seyogyanya mengedukasi masyarakat dengan memerankan tugas parpol dengan baik. Sehingga tidak hanya sebagai instrumen, tetapi bagaimana parpol benar-benar ada secara sosial dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap parpol sendiri,” katanya.

Meskipun untuk memperoleh suara generasi millenial tidaklah mudah, akan tetapi keapatisan anak muda dalam pelaksanaan Pilkada memberikan pengaruh bagi masyarakat luas.

“Stop Apatis terhadap politik mulailah bermain di poltik. Jangan jadi penonton. Yang terpenting bagi kita baik prosesnya (Pilkada 2018) sehingga menghasilkan pemimpin yang baik. Ini tugas kita semua” tegasnya.


Pemimpin bukan dilahirkan tetapi ditumbuhkan. Sehingga Pilkada bukan hanya menjadi ceremony 5 tahunan tetapi bagaimana Banyumas menjadi barometer daerah lain,” terangnya

Ketua KPU Banyumas, Unggul Warsiadi mengungkapkan pemikiran-pemikiran dari para tokoh Banyumas, akademisi, LSM/Ormas, parpol dan berbagai komponen masyarakat Banyumas tentang kriteria pemimpin Banyumas sesuai dengan dinamika masyarakat Banyumas kedepan.

“Diharapkan pemikiran-pemikiran yang lahir dari seminar ini menjadi rujukan para pasangan calon dalam menyusun visi, misi, dan program di saat kampanye,” katanya.(mel/ttg)

Sumber: