Generasi Terakhir Atlet BMX Cross di Banyumas

generasi terakhir atlet bmx cross di banyumas

kakiJody Yuka Adi Pratana, Atlet BMX Cross Peringkat Keempat Se Asia

Bicycle Moto-Cross (X) atau BMX sebenarnya balap sepeda dengan gaya ekstrem. BMX menjadi sepeda yang menemani Jody Yuka Adi Pratama mengawali kiprahnya sebagai atlet BMX Cross.

ALI IBRAHIM, Purwokerto

Pemuda kelahiran Puwokerto, 30 Maret 2000 ini mengawali hobinya sejak kecil. Bahkan dia sudah tertarik dengan sepeda BMX sejak berumur 3 tahun. Melihat potensi yang dimilikinya, ayah Jody, Dwi Prasetyo yang merupakan seorang pengacara ini membelikannya sebuah sepeda BMX.

Dari sepeda pertamanya, anak sulung dari tiga bersaudara ini terus berlatih mengembangkan bakatnya. Meski sering terjatuh dan sempat mengalami luka-luka, semangatnya tidak pernah padam. Hingga akhirnya dia mencoba “menunjukan” kebolehannya di berbagai lomba sejak duduk di kelas 4 SD.

“Awalnya lawan memang sudah lebih berpengalaman, sedangkan saya masih pemula, jadi belum bisa menang. Tapi itu menjadi penyemangat saya agar bisa menang,” kata siswa kelas 2 SMAN  3 Purwokerto.

Latihan demi latihan diikuti. Bahkan Jody sampai berlatih di sirkuit cross di luar kota. “Seringnya latihan di Jogja karena sirkuitnya lebih bagus,” ungkapnya.

Setelah berlatih keras, akhirnya Jody sering naik podium saat mengikuti perlombaan. Prestasi yang diraihnya akhirnya dilirik tim asal Jogja. Meski begitu, dia membawa nama tetap membawa nama Purwokerto sebagai kota asal. “Bangga dong jadi warga Purwokerto,” ujarnya.

Bersama timnya saat ini, Jody sering mendapat juara dari berbagai macam event dari tingkat nasional hingga internasional. Bahkan tahun 2014 lalu, namanya menduduki peringkat empat se Asia di kelas Boys B.

“Puluhan kali ikut event, 15 podium. Podium itu juga dari ajang-ajang berskala nasional. Kalau yang hanya kelas open, Alhamdulillah selalu menang,” ungkapnya.

Prestasi tersebut diraihnya tanpa meninggalkan latihan yang begitu keras. “Latihan fisik puluhan kilometer. Ditambah bersepeda menanjak di gunung juga untuk melatih fisik,” terangnya.

Meski begitu, di Purwokerto sendiri Jody adalah generasi terakhir atlet BMX Cross. “Peminatnya sudah berkurang, bahkan saya sendiri adalah generasi terakhir di Kabupaten Banyumas,” katanya.

Saat ini Jody sangat berharap bisa mewakili Jawa Tengah dalam Pekan Oahraga Nasional (PON). “Saya tetap serius menjalani hobi ini. Bahkan saya ingin mewakili Indonesia kelak untuk event olimpiade,” tandasnya. (*/sus)

Sumber: