Gerilya Dicor, Halte BRT Kurang Tinggi

gerilya dicor, halte brt kurang tinggi

foto aing banyak masalah timbul di jalan gerilya
Dishub mengecek persoalan pasca pengecoran jalan gerilya. KEMUNING/RADARMAS

PURWOKERTO- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas melakukan pengecekan permasalahan yang timbul saat peningkatan Jalan Gerilya. Kondisi jalan Gerilya yang saat ini bertambah tinggi, mengakibatkan ketinggian halte BRT berkurang.

“Halte harus ditinggikan kurang lebih 30 centimeter,” ujar Plt Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dishub Banyumas R Hermawan kemarin.

Selain itu, dari empat Halte BRT yang ada di Jalan Gerilya, satu halte juga harus bergeser agar tidak mengganggu lalu lintas. “Sehingga pengelola BRT dan Trans Jateng juga diundang,” katanya.

Meski demikian, beberapa halte BRT saat ini masih digunakan. Dan sebagian lainnya tidak digunakan karena sistem buka tutup jalan. Saat jalan ditutup, kata dia, otomatis BRT tidak bisa melewati halte tersebut. “Ada yang tidak bisa digunakan, karena kebetulan pengecoran di situ (sekitar halte),” katanya. Hermawan meminta agar permasalahan halte BRT dapat diselesaikan pertengahan bulan ini.

Selain masalah halte BRT, Hermawan mengatakan, pengecekan jalan juga merambah pada masalah pipa PDAM dan kabel fiber optic (FO) yang harus digeser. Dan, lanjut Hermawan, beberapa rambu lalulintas yang saat ini bergeser juga harus diperbaiki.

“Normalisasi sungai yang ada di Kelurahan Berkoh juga. Jangan sampai terhambat karena proyek ini,” jelasnya.

Untuk ini, pihaknya juga mengundang pihak kelurahan. Meski sebelumnya pihak kelurahan telah diundang di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), pihaknya kembali mengundang pada pengecekan Rabu (7/11) kemarin.

“Ini sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya, dan ditegaskan, jangan sampai melanggar (terkait normalisasi saluran air). Oleh karena itu ada Satpol PP, Dinperkim, dan DPU, juga ikut hadir,” jelas Hermawan.

Pedagang kaki lima yang berjualan terlalu dekat dengan jalan juga menjadi salah satu objek pengecekan. Ia menegaskan, pedagang kaki lima yang terlalu dekat dengan jalan, harus menjauh. Hal ini demi keamanan lalu lintas. “Terlebih jalan Gerilya kanan kirinya dikatakan masih tinggi,” katanya.

Hermawan berharap, sebelum bulan Desember semua masalah dapat terselesaikan. “Jadi pas diresmikan tidak ada kendala lagi,” tutupnya. (ing)

Sumber: