Gerilya Mencari Tempat Wisata “Perawan”

gerilya mencari tempat wisata

Komunitas Klinthung Purwokerto

Klinthung merupakan komunitas yang senang jalan-jalan bersama teman untuk menikmati alam. Namun bukan “menikmati alamnya” yang mereka cari, tapi makna kekeluargaan, kebersamaan serta persahabatan yang diutamakan. Bahkan komunitas ini sering menemukan potensi wisata alam yang selama ini terpendam.

MAULIDIN WAHYU, Purwokerto

 hobi jalan - setiap minggu, komunitas klinthung selalu melakukan traveling untuk mencari tempat wisata baru - maulidin wahyu - radarmas

hobi jalan – setiap minggu, komunitas klinthung selalu melakukan traveling untuk mencari tempat wisata baru – maulidin wahyu – radarmas

KEGIATAN berpetualang di alam bebas tengah menjadi trend. Tempat-tempat yang sebelumnya tidak dikenal, kini menyebar melalui media sosial sebagai destinasi wisata favorit. Berbagai komunitas bermunculan, khususnya di dunia maya yang memperkenalkan potensi alam di Kabupaten Banyumas. Salah satunya Komunitas Klinthung.

Komunitas ini merupakan sekelompok anak muda yang memiliki hobi berpetualang. Hampir setiap pekan, mereka mengagendakan kegiatan berpetualang sekaligus mempromosikan potensi wisata yang selama ini terpendam.

Salah satu penggagas Klinthung, Faisal Saelani menjelaskan, nama Klinthung diambil dari bahasa Banyumas yang bisa dikatakan pergi keluar rumah dengan waktu yang singkat serta jarak yang relatif pendek.

“Tetapi untuk pergi keluar rumah yang dimaksud itu belum pasti tujuannya kemana. Jadi biasanya untuk menghilangkan penat. Sehingga makna Klinthung yang kami ambil hanyalah bepergian keluar rumah untuk refreshing atau menghilangkan penat, yang tentunya pasti nggak sendirian perginya,” kata dia.

Menurut Faisal, awal berdirinya Klinthung dimulai dari beberapa teman yang senang jalan-jalan untuk sekedar refreshing. Pada awalnya hanya berlima. Mereka jalan ke curug, pantai ataupun bukit. Namun semakin hari semakin banyak yang ikut, karena mereka membawa teman.

Tak hanya itu, upload foto di media sosial yang dilakukan membuat followers banyak yang tertarik ikut. Hingga akhirnya dipilihlah nama Klinthung secara resmi pada tahun 2014.

Sampai saat ini, sudah ada 45 orang yang tergabung dalam komunitas ini. Namun yang ikut travelling setiap akhir pekan lebih banyak. “Kami adalah komunitas yang fleksibel. Siapapun boleh ikut. Yang penting mereka gemar jalan-jalan dan senang mencari teman baru untuk menjalin persahabatan,” ujar Faisal.

Anggota Klinthung Purwokerto, Ridho Ade menambahkan, Klinthung biasanya belum memiliki tujuan yang pasti karena mereka sering mencari tempat yang belum terjamah. Mereka senang berpergian ke alam-alam yang belum resmi dibuka sebagai tempat wisata.

“Kita senang pergi ke tempat baru. Jadi kita benar-benar tidak tahu bagaimana aksesnya, jaraknya, lokasinya, bahkan buat sampai ke tempat itu saja belum tentu sampai,” kata mantan Ketua Umum Mayapada ini.

Komunitas ini ingin mengeksplore potensi alam desa yang ada di Banyumas. “Salah satu tujuan kita mengenalkan potensi alam, dan bisa diangkat sebagai potensi desa. Selain itu, kita juga memiliki tujuan agar alam ini bisa dinikmati oleh semua orang. Prinsipnya, alam itu harus dinikmati oleh semua orang bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” kata Ridho.

Selain gemar travelling, Klinthung juga gemar melakukan kegiatan sosial. Seperti menanam pohon di lereng cendana pada beberapa bulan lalu. (*/sus)

Sumber: