GTT SMA Negeri Tak Linear dan Belum S1 Terancam Dicoret

gtt sma negeri tak linear dan belum s1 terancam dicoret

sekolah bebas sppBerlakunya SPP gratis per 1 Januari 2020, berdampak pada terancamnya GTT yang tak linear dan belum S1.

PURWOKERTO – Diberlakukannya SPP gratis di SMA Negeri dengan diberikannya Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, membuat komite sekolah secara aturan tak lagi bisa membiayai GTT yang mengajar.

Khususnya, GTT yang tidak linear atau belum menyelesaikan pendidikan S1.

Kepala SMA Negeri 5 Purwokerto, Siti Isbandiyah, SPd MM, menuturkan, jika semua GTT yang memenuhi syarat, honornya segera dibayarkan Pemprov Jateng, sesuai dengan UMK masing-masing kabupaten atau kota.

“Sementara bagi GTT yang tidak linear dan belum S1, tetap kami usulkan pada provinsi. Kalaupun tidak bisa dibayar, biarlah dari provinsi yang mencoret karena aturan,” tuturnya melalui Kasubag TU SMA Negeri 5 Purwokerto, Rusdi, SE, Rabu (12/2).

Baca juga : Pemkab Banyumas Lakukan Verifikasi Tunjangan Kesejahteraan bagi 3.000 GTT / PTT

Rusdi juga menjelaskan, yang saat ini tengah dicarikan solusinya ialah GTT yang tak memenuhi syarat tidak bisa dibayar honornya oleh provinsi.

“Siapa yang harus membayar honornya? Komite yang dulunya bisa membayar honor GTT yang tidak dibayar oleh provinsi, setelah berlakunya SPP gratis mulai 1 Januari 2020, sudah tidak bisa lagi melakukan hal tersebut.,” terangnya.

Dirinya juga mengungkap, jika di SMA Negeri 5 Purwokerto itu sendiri, terdapat beberapa GTT, baik itu yang tak linear maupun belum S1.

Baca juga :

“Di SMA Negeri 5 Purwokerto ada 1 GTT yang tidak linear dan 1 GTT belum S1, meskipun mereka sudah lama mengajar,” imbuhnya.

Seingatnya, di SMA Negeri 5 Purwokerto terdapat total jumlah GTT sebanyak 17 orang. Dirinya meminta kepada mereka yang tidak linear atau belum S1 agar bersabar. (yda)

Sumber: