Harga Cabai Semakin Pedas

harga cabai semakin pedas

foto a-harga cabai kembali naik (2)Sampai Rp 52 Ribu Per Kilogram

PURWOKERTO – Masuk pekan kedua bulan Maret ini, masyarakat kembali mengeluhkan kenaikan harga cabai yang melambung tinggi. Saat ini rata-rata kenaikan harga cabai mencapai 25 sampai 60 persen. Dari pantauan di sejumlah pasar yang ada di Purwokerto, jika dibandingkan awal pekan lalu, kenaikan harga cabai mencapai 10 ribu sampai 12 ribu per kilogramnya.

Salah satu pembeli di Pasa Wage Purwokerto, Evi mengeluhkan harga cabai yang semakin tinggi. Menurutnya, harga cabai saat ini hampir sama seperti halnya harga pada akhir tahun 2015 lalu, dimana harga mencapai Rp 50 ribu. “Ini jelas merugikan masyarakat. Sekarang kalau eceran saja Rp 13 ribu cuma bisa dapat seperempat kilogram. Padahal kalau hari biasanya itu sudah bisa dapat setengah kilogram,” ujarnya.

Pembeli lain, Atik juga mengeluhkan kenaikan harga cabai yang sangat cepat di pekan ini. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi juga dinilai cukup tinggi. “Sekarang cabai rawit merah sudah Rp 52 ribu per kilogramnya, padahal kemarin baru naik sampai Rp 50 ribu per kilogram,” katanya.

Dia berharap pemerintah dapat melakukan pengendalian harga cabai, khususnya di Banyumas. Pasalnya kenaikan harga cabai juga sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Tidak hanya pembeli, penjual cabai di Pasar Wage Banyumas, Beni juga mengeluhkan kenaikan harga yang terlalu cepat tersebut. Menurutnya, saat ini kenaikan harga cabai terjadi hampir setiap jam. “Dari sananya harga juga berubah-ubah, jadinya bikin bingung pedagang juga,” jelasnya.

Dikatakan selain cabai rawit merah, kenaikan harga juga terjadi di komoditas cabai merah besar biasa yang mencapai Rp 48 ribu per kilogram, padahal sehari sebelumnya harganya sudah naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Untuk cabai kerah besar keriting juga mengalami kenaikan sampai Rp 51 ribu per kilogramnya. (bay/acd)

Sumber: