Harga Telur dan Minyak Goreng Naik, Dinperindag Banyumas: Jangan Ada Panic Buying

harga telur dan minyak goreng naik, dinperindag banyumas: jangan ada panic buying

img 20210429 044942

PURWOKERTO – Memasuki hari ke-16 Bulan Ramadan, Rabu (28/4) kemarin, diikuti dengan kenaikan harga telur dan minyak goreng.

Dari pantauan Radarmas, Rabu (28/4) kemarin di Pasar Manis Purwokerto, harga telur ayam naik menjadi Rp 24 ribu per kilogram (kg) dari harga normal Rp 22 ribu per kg. Sedangkan harga minyak goreng kemasan dari harga sebelumnya Rp 14.500 naik menjadi Rp 15 ribu.
https://sibnews.info/harga-daging-meroket-rp150-ribu-per-kg/

“Kenaikannya memang tidak signifikan, tapi tetap terasa bagi pembeli,” ujar Pedagang Sembako di Pasar Manis Purwokerto, Tri.

Untuk harga beras, saat ini masih normal. Berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kg. Harga gula pasir juga normal Rp 12.500 per kg.

Tri mengatakan, ada kemungkinan harga naik lagi menjelang Lebaran Idul Fitri tahun ini. Seperti menjadi siklus tahunan. “Tapi jangan sampai seperti tahun kemarin, stok gula pasir jarang dan harga naik tinggi,” katanya.

Dia pun menuturkan, kondisi Pasar kurang lebih dua minggu menjelang Lebaran Idul Fitri, belum terasa ramainya. Kemungkinan karena masih dalam kondisi pandemi covid-19. “Biasanya pas puasa sampai mau lebaran mesti ramai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Retno Wulandari menghimbau agar warga tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan. Hal itu bisa memicu kekurangan stok dan kenaikan harga.

“Beli bahan-bahan makanan, sayuran, kebutuhan pokok secukupnya saja sesuai kebutuhan,” paparnya.

Retno menyampaikan, sampai saat ini stok dan harga kebutuhan pokok di Banyumas masih aman terkendali. Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan stok, Dinperindag bersama pihak terkait lainnya seminggu sekali selama Ramadan, melakukan monitoring. Tujuannya pasar rakyat, toko modern, dan gudang distributor. (ely)

Sumber: