Hari Bhakti TNI AU 2022: Logo, Tema, dan Sejarah

Jakarta

Hari Bhakti TNI AU 2022 diperingati tanggal 29 Juli nanti. Hari Bhakti TNI AU bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa penting bagi prajurit TNI Angkatan Udara.

Lalu, bagaimana sejarah peringatan Hari Bhakti TNI AU? Berikut informasinya beserta logo dan tema Hari Bhakti TNI AU 2022.

Mengutip situs resmi TNI AU, Hari Bhakti TNI AU 2022 memasuki peringatan ke-75. Adapun logo peringatan Hari Bhakti TNI AU 2022 dapat diunduh di sini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada peringatan tahun ini, Hari Bhakti TNI AU 2022 mengusung tema “Dilandasi Semangat Kepahlawanan 29 Juli 1947 TNI AU Siap Mewujudkan Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan”.

hari bhakti tni au 2022 diperingati tanggal 29 juli. hari bhakti tni au bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa penting bagi prajurit tni angkatan udara.Logo Hari Bhakti TNI AU 2022. (Foto: https://tni-au.mil.id/)

Sejarah Hari Bhakti TNI AU 2022

Berawal dari tanggal 29 Juli 1947 pagi, tiga pesawat AURI yakni satu pesawat Guntei dan dua pesawat terbang Churen take off secara berurutan di lapangan terbang Maguwo Yogyakarta. Tujuannya sebagai serangan kepada kubu militer Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Pesawat Guntei diterbangkan oleh Mulyono dan Dulrachman sebagai “air-gunner”. Kemudian, disusul pesawat Churen yang dikemudikan oleh Sutardjo Sigit dan dibantu Sutardjo sebagai “air-gunner”.

Namun pada sore hari, Pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan sumbangan Palang Merah Malaya kepada Palang Merah Indonesia, ditembak jatuh oleh dua pesawat pemburu Belanda P-40 Kitty Hawk. Pesawat tersebut diterbangkan oleh Alexander Noel Constantine.

Saat hendak mendarat di lapangan terbang Maguwo Yogyakarta, muncul dua pesawat P-40 Kitty Hawk secara tiba-tiba dan tanpa peringatan terlebih dahulu memberondong dengan senapan mesin. Akibatnya, pesawat Dakota VT-CLA oleng karena mesin sebelah kiri terkena tembakan. Sebelum jatuh ke tanah, sayap sempat menghantam pohon dan jatuh di pematang sawah di desa Ngoto, Bantul sebelah selatan kota Yogyakarta.

Dalam peristiwa tersebut, seluruh awak dan penumpang lainnya gugur, di antaranya:

  • Alexander Noel Costantine (pilot kebangsaan Australia)
  • Ny. A.N. Constantine, Roy Hazelhurst (co pilot)
  • Bhida Ram (juru tehnik)
  • Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh
  • Komodor Muda Udara A. Adisutjipto
  • Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo
  • Zainal Arifin.

Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/78/VII/2000 tanggal 17 Juli 2000, Monumen Ngoto sebagai tempat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA diresmikan menjadi Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara. Bersamaan dengan peresmian monumen tersebut, dipindahkan kerangka jenazah Marsda TNI (Anumerta) A. Adisutjipto dan Marsda TNI (Anumerta) Abdulrachman Saleh beserta isteri dari Tempat Pemakaman Umum Kuncen, Yogyakarta ke Monumen Perjuangan TNI AU, Ngoto, Yogyakarta.

Sejak tanggal 29 Juli 1955, diperingati “Hari Berkabung” AURI untuk mengenang dan peristiwa gugurnya para tokoh dan perintis Angkatan Udara tersebut. Lalu, pada tanggal 29 Juli 1962, diubah menjadi Hari Bhakti TNI AU.

(kny/imk)