Indopol: Ada di PKB Tak Dukung Cak Imin Capres, Terkait Konflik Vs Gus Dur

Jakarta

Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto, menyebut ada dari kalangan PKB yang tak setuju Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ditetapkan sebagai calon presiden (capres). Dia mengungkap sejumlah alasan.

“Agak sensitif tapi saya harus sampaikan, saya juga memotret terkait dengan pencapresan Cak Imin pertanyannya adalah ‘PKB telah menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden bagaimana Bapak-Ibu setuju dengan keputusan tersebut?’,” kata Ratno dalam seminar di PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022).

Dia mengatakan survei dilakukan kepada 1.230 responden. Dia mengatakan lebih banyak pihak yang tidak setuju jika Cak Imin diusung PKB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang menjawab tidak setuju itu 24,72 persen, lebih tinggi daripada yang setuju hanya 20,24 persen,” tambahya.

Dia mengatakan ada 55,4 persen responden belum menjawab pertanyaan tersebut. Dia mengungkap sejumlah alasan responden tidak setuju Cak Imin menjadi capres.

“Yang tidak menjawab ini dominan 55,4 persen. Yang tidak setuju itu mengatakan bahwa Cak Imin ini adalah sosok pemimpin yang kurang bisa mengubah bangsa, ini 41,12 persen,” paparnya.

Sementara responden lainnya tak setuju Cak Imin menjadi capres lantaran pernah berselisih dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) PKB.

“Sementara Gus Dur adalah sosok pemimpin yang dihormati di lingkungan NU maupun oleh bangsa ini,” sambungnya.

Sementara itu, responden yang mendukung Cak Imin berpendapat bahwa Ketum PKB itu merupakan pemimpin muda yang dapat mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Ada pula yang menilai Cak Imin berhasil membawa PKB menjadi partai papan atas.

“Sebab Muhaimin Iskandar berhasil membawa PKB menjadi partai papan atas sehingga banyak tokoh muda NU menjadi menteri dan pejabat negara lainnya,” sambung Ratno.

Sebelumnya, Indopol merilis survei menyebut 3 tokoh NU teratas bakal capres 2024 di antaranya, Mahfud Md, Khofifah, dan Cak Imin. Survei tersebut dilakukan dari periode 24 Juni sampai 1 Juli kepada 1.239 responden.

“Survei terakhir itu di 24 Juni sampai 1 Juli. Kami khusus memetakan, menggali terkait warga Nahdatul Ulama (NU). Ada 20,4 persen itu warga NU dan simpatisan yang memilih Mahfud Md. Khofifah Indar Parawangsa di angka 15,57%, kemudian Muhaimin Iskandar 9,12%. KH Yahya Cholil Staquf itu di 6,29%, kemudian Said Agil 4.09%, Yaqut Cholil Qoumas 2,83%, lainnya 3,14 persen,” katanya.

“Jadi sudah ada gambaran, Mahfud MD, Khofifah, Cak Imin. Itu tokoh NU teratas,” pungkas Ratno.

(jbr/jbr)