Infrastruktur Strategis Terus Digenjot

infrastruktur strategis terus digenjot

Bupati : Kawasan Harus Saling Terintegrasi
PURWOKERTO-Upaya Pemkab Banyumas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di Banyumas tidak main-main. Sejumlah pembangunan infrastruktur untuk mendorong upaya tersebut terus digenjot dan direncanakan.

Dari data yang ada, proyek strategis yang sedang berjalan di tahun 2017 ini, diantaranya Jalan Lingkar Patikraja, Duplikat Jembatan Merah Patikraja, Underpass Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Tembus Gerilya-Soedirman, Jalan Akses Linggamas, dan beberapa pembangunan lainnya.

infrastruktur strategis terus digenjot

“Tidak hanya itu, tahun depan juga direncanakan membuka akses jalan baru dengan membangun jembatan yang menghubungkan ke Desa Papringan. Proposal sudah diajukan ke Pemerintah Pusat (Kementerian PU), kemungkinan segera ditindaklanjuti,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi CES, Selasa (12/12).

Menurut Irawadi, rencana pembangunan akses jalan baru dan jembatan yang menyerupai duplikat jembatan merah ini, untuk menunjang upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan di Kecamatan Patikraja.

“Tentu di Kebasen juga akan diperbaiki jalannya. Tahun 2018 akan kita perbaiki jalan tersebut. Bupati juga punya rencana membuat Jembatan diatas Sungai Serayu di Pegalongan, dari Gunung Tugel ke Selatan. Jembatan itu membuka akses jalan ke Desa Papringan sampai ketemu di Kedunguter, sehingga terpecah permasalahan kemacetan selama ini,” jelasnya.

Gagasan tersebut, lanjut dia sudah ditindaklanjuti oleh Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein dengan menemui kementerian. Direncanakan, pembangunan jembatan tersebut mulai berlangsung tahun 2018 mendatang.

“Pembangunan ini kita tidak sendiri, kita minta bantuan pusat maupun provinsi. Karena jalan Patikraja, Kaliori dan Gunung Tugel juga merupakan jalan provinsi. Kalau itu bisa disambungkan dengan jalan kabupaten nantinya, saya kira ndak ada masalah,” katanya.

Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut, diharapkan para pengguna jalan yang melintas di jalur itu banyak alternatif jalan yang dilewati. Sehingga kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut, dapat diminimalisir.

Sementara itu, Irawadi juga menjelaskan sejumlah pembangunan strategis lainnya yang sedang berjalan. Untuk Jalan Lingkar Patikraja, kata dia dalam proses pembebasan tanah. Pembesasan lahan dianggarkan sebesar Rp 6 miliar menggunakan APBD 2017.

“Pertengahan Desember ini ditargetkan selesai (pembebasan lahan). Kemudian dilanjutkan konstruksinya di 2018. Konstruksi dianggarkan di Induk 2018 dan diusulkan untuk pematangan lahannya dulu sekitar Rp 2 miliar,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan Underpas Jenderal Soedirman juga dalam proses pembebasan lahan milik masyarakat yang menjadi tanggung jawab Pemkab. ditargetkan selesai bulan ini dengan anggaran Rp 8 miliar.

“Setelah itu dilanjutkan ke pembangunan, yang underpas dan jalan di barat dikerjakan oleh Kemenhub. Yang underpas ke sebelah timur oleh Pemkab dengan nilai anggaran konstruksi Rp 25 miliar. Akhir tahun 2018 harus sudah berfungsi dan dioperasikan,” katanya.

Adapun untuk pembangunan Akses Linggamas, lanjut dia untuk konstruksi tahap pertama ditargetkan selesai bulan ini dengan anggaran sebesar Rp 12 Miliar. Kemudian dilanjutkan kembali tahap kedua di tahun depan.

“Dan untuk jalan tembus Gerilya-Soedirman sudah dimulai konstruksinya untuk pematangan lahan di sebelah selatan dengan anggaran sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan sebelah utara masih proses pembebasan lahan,” katanya.

Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein mengapresiasi segala respon positif warga yang mendukung pembangunan infrastruktur yang terus terintegrasi. Meski sebagian tanah terdampak, namun antusiasme warga selalu mendukung kegiatan tersebut. Husein menegaskan, kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan untuk selalu dapat tepat waktu sekaligus tidak menimbulkan dampak yang memberatkan bagi warga sekitar.

“Pembangunan ini menjadi momen bagi pertumbuhan ekonomi kedepannya. Semua harus terus terintegrasi,” ungkapnya. Sehingga, kata dia, masyarakat bisa melihat kemajuan pembangunan di semua wilayah. (why/ttg)

Sumber: