Ironis! Ibu Sibuk Mengajar, ABG Dirantai di Bekasi Jadi Kurang Perhatian

Jakarta

Polisi mengungkapkan remaja laki-laki berinisial R (15) di Bekasi yang dirantai ditelantarkan kedua orang tuanya. Ironisnya, ibu tiri R, A (39) yang merupakan guru anak berkebutuhan khusus kurang memperhatikan kondisi R lantaran sibuk mengajar.

“Ya kalau kita sepintas saya tanya kemarin ya, alasannya (ibu) adalah karena sibuk mengajar di luar. Tidak fokus ya, kurang perhatian terhadap anak ini,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki kepada wartawan di kantornya, Jl Pramuka, Kota Bekasi, Sabtu (23/7/2022).

Namun, saat ditanya apakah ibu tiri ikut melakukan kekerasan kepada R, Hengki enggan menjawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Teknis penyidikan ya, tidak perlu saya sampaikan,” jawab Hengki.

Akan tetapi, Hengki mengatakan, R dirantai oleh ayahnya.

“(Diratai oleh) orang tuanya yang laki ya,” katanya.

Sementara ayah kandung R, P (39) juga sehari-hari lebih banyak di luaran karena bekerja sebagai ojek online. Sehari-hari, R bersama neneknya yang sudah berusia 80 tahun.

Orang Tua Jadi Tersangka

Polisi telah menetapkan orang tua R, P dan A sebagai tersangka. Keduanya jadi tersangka penelantaran anak.

“Kita telah mengamankan orang tuanya atas nama P serta istri tersangka P atas nama inisial A,” kata Hengki.

Hengki mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus tersebut, di antaranya tali dan rantai yang digunakan tersangka untuk mengikat korban.

“Dari kejadian ini kita bisa mengamankan dua orang tersangka serta barang bukti yang ada di depan ini,” ungkapnya.

“Yang pertama ada tali berwarna hitam, ini di depan ini yang biasa digunakan oleh orang tuanya untuk mengikat kaki korban, serta ini ada rantai serta gembok yang sudah viral di berita, ini untuk menggembok kaki atau mengikat kakinya dengan rantai ini,” tambahnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 77b juncto 76b dan/atau pasal 80 juncto Pasal 76c UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU NO 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. Keduanya terancam hukuman 5 tahun penjara.

(mea/bar)