Isu Penodongan Bersenjata Api Dipastikan Bukan di Terminal Purwokerto

isu penodongan bersenjata api dipastikan bukan di terminal purwokerto

foto-a-pengelolaan-terminal-type-a-akan-diambil-alih-pusat_terminal-bulupitu-purwokerto-termasuk-kedalam-type-a-(1)

PURWOKERTO – Kabar kejadian penodongan penumpang Bus Sinar Jaya yang ramai di media sosial dipastikan bukan di Terminal Bulupitu Purwokerto. Namun, kejadian tersebut tetap menjadi cambuk bagi seluruh elemen di Terminal Bulupitu Purwokerto, untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

Kepala UPT Terminal Bulupitu Purwokerto, Hadi Suharto menjelaskan pasca beredarnya postingan isu penodongan di Facebook, Selasa (31/5), dia langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti pengelola WC terminal yang dikabarkan menajdi lokasi penodongan, pengurus agen Bus Sinar Jaya. “Semuanya kita klarifikasi terkait kebenaran dugaan itu. Berdasarkan hasil klarifikasi, memang tidak pernah terjadi apa-apa di WC terminal selama ini. Pengelola WC juga membantah hal tersebut,” tegasnya kemarin.

Dia menjelaskan, pihak terminal juga sudah mengklarifikasi kebenaran postingan tersebut kepada pemilik akun. “Kita menghubungi yang bersangkutan untuk klarifikasi, kalau perlu kita berharap korban dibawa ke sini untuk menunjukkan lokasinya, karena pasti masih ingat,” jelasnya.

Tidak hanya pengelola WC saja, petugas jaga dimintai keterangan satu per satu. Namun memang tidak pernah ada yang mendapat laporan penodongan seperti yang dituliskan di postingan tersebut. “Kita tidak menyalahkan dia (pemilik akun, red). Namun kalau memang benar-benar ada kejadian seperti itu, harusnya dipastikan dulu kebenarannya. Kalau sudah seperti ini kan repot. Tadi kita juga minta dia untuk mengklarifikasinya kembali. Karena awalnya dari media sosial, saya minta dia untuk mengklarifikasinya juga di media sosial,” ungkap Hadi.

Meski demikian, Hadi menegaskan hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini sudah masuk persiapan jelang Ramadan dan Lebaran, sehingga peningkatan kewaspadaan memang menjadi tanggung jawab pengelola dan seluruh warga terminal.

Pengurus agen bus Sinar Jaya di Terminal Bulupitu Purwokerto, Bayu Santoso menegaskan, untuk trayek Yogyakarta-Jakarta, sebelumnya memang ada yang via Garut. Namun demikian, armadanya sudah tidak beroperasi sejak enam bulan lalu. “Kalaupun ada, pasti tidak akan masuk ke Purwokerto, karena pasti sopirnya rugi,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini kebanyakan trayek bus Sinar Jaya Yogyakarta-Jakarta, memang melalui tol Cipularang. Namun jalurnya dari Buntu lurus terus sampai Sampang, Cindaga, Rawalo, Wangon, Lumbir, hingga ke Jawa Barat. Namun untuk via jalur selatan saat ini sudah sangat jarang. “Kita juga tidak pernah mendapat komplain penumpang tertinggal atau ada barang penumpang yang tertinggal. Kalau korban punya tiket busnya, kita akan coba bantu. Tapi kita pastikan dulu itu benar bus kita atau bukan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, postingan salah seorang pengguna akun Facebook, Edi Gunawan menyebutkan telah terjadi penodongandi Terminal Purwokerto. Banyak direspon masyarakat. Bahkan hingga ribuan share.

Saat dikonfirmasi, Edi mengaku postingan yang dibuatnya itu berdasarkan cerita korban yang bernama Lim Zalimpung. Dia menegaskan postingan yang dibuatnya tidak bermaksud untuk melecehkan sejumlah pihak, baik pihak terminal, aparat keamanan, atau PO bus tertentu. “Tadi juga ditelpon pihak terminal, tapi ternyata kemungkinan besar memang bukan di Terminal Purwokerto. Saya memang belum memastikan lokasinya di terminal mana, namun saat korban ditanya, katanya di daerah Purwokerto dan Banyumas. Tapi cerita yang saya posting itu memang bukan mengada-ada, karena anaknya masih sama saya di Garut,” tegasnya. (bay/acd)

Sumber:

Isu Penodongan Bersenjata Api Dipastikan Bukan di Terminal Purwokerto

isu penodongan bersenjata api dipastikan bukan di terminal purwokerto

foto-a-pengelolaan-terminal-type-a-akan-diambil-alih-pusat_terminal-bulupitu-purwokerto-termasuk-kedalam-type-a-(1)

PURWOKERTO – Kabar kejadian penodongan penumpang Bus Sinar Jaya yang ramai di media sosial dipastikan bukan di Terminal Bulupitu Purwokerto. Namun, kejadian tersebut tetap menjadi cambuk bagi seluruh elemen di Terminal Bulupitu Purwokerto, untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

Kepala UPT Terminal Bulupitu Purwokerto, Hadi Suharto menjelaskan pasca beredarnya postingan isu penodongan di Facebook, Selasa (31/5), dia langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti pengelola WC terminal yang dikabarkan menajdi lokasi penodongan, pengurus agen Bus Sinar Jaya. “Semuanya kita klarifikasi terkait kebenaran dugaan itu. Berdasarkan hasil klarifikasi, memang tidak pernah terjadi apa-apa di WC terminal selama ini. Pengelola WC juga membantah hal tersebut,” tegasnya kemarin.

Dia menjelaskan, pihak terminal juga sudah mengklarifikasi kebenaran postingan tersebut kepada pemilik akun. “Kita menghubungi yang bersangkutan untuk klarifikasi, kalau perlu kita berharap korban dibawa ke sini untuk menunjukkan lokasinya, karena pasti masih ingat,” jelasnya.

Tidak hanya pengelola WC saja, petugas jaga dimintai keterangan satu per satu. Namun memang tidak pernah ada yang mendapat laporan penodongan seperti yang dituliskan di postingan tersebut. “Kita tidak menyalahkan dia (pemilik akun, red). Namun kalau memang benar-benar ada kejadian seperti itu, harusnya dipastikan dulu kebenarannya. Kalau sudah seperti ini kan repot. Tadi kita juga minta dia untuk mengklarifikasinya kembali. Karena awalnya dari media sosial, saya minta dia untuk mengklarifikasinya juga di media sosial,” ungkap Hadi.

Meski demikian, Hadi menegaskan hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini sudah masuk persiapan jelang Ramadan dan Lebaran, sehingga peningkatan kewaspadaan memang menjadi tanggung jawab pengelola dan seluruh warga terminal.

Pengurus agen bus Sinar Jaya di Terminal Bulupitu Purwokerto, Bayu Santoso menegaskan, untuk trayek Yogyakarta-Jakarta, sebelumnya memang ada yang via Garut. Namun demikian, armadanya sudah tidak beroperasi sejak enam bulan lalu. “Kalaupun ada, pasti tidak akan masuk ke Purwokerto, karena pasti sopirnya rugi,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini kebanyakan trayek bus Sinar Jaya Yogyakarta-Jakarta, memang melalui tol Cipularang. Namun jalurnya dari Buntu lurus terus sampai Sampang, Cindaga, Rawalo, Wangon, Lumbir, hingga ke Jawa Barat. Namun untuk via jalur selatan saat ini sudah sangat jarang. “Kita juga tidak pernah mendapat komplain penumpang tertinggal atau ada barang penumpang yang tertinggal. Kalau korban punya tiket busnya, kita akan coba bantu. Tapi kita pastikan dulu itu benar bus kita atau bukan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, postingan salah seorang pengguna akun Facebook, Edi Gunawan menyebutkan telah terjadi penodongandi Terminal Purwokerto. Banyak direspon masyarakat. Bahkan hingga ribuan share.

Saat dikonfirmasi, Edi mengaku postingan yang dibuatnya itu berdasarkan cerita korban yang bernama Lim Zalimpung. Dia menegaskan postingan yang dibuatnya tidak bermaksud untuk melecehkan sejumlah pihak, baik pihak terminal, aparat keamanan, atau PO bus tertentu. “Tadi juga ditelpon pihak terminal, tapi ternyata kemungkinan besar memang bukan di Terminal Purwokerto. Saya memang belum memastikan lokasinya di terminal mana, namun saat korban ditanya, katanya di daerah Purwokerto dan Banyumas. Tapi cerita yang saya posting itu memang bukan mengada-ada, karena anaknya masih sama saya di Garut,” tegasnya. (bay/acd)

Sumber: