Jaksa Periksa Advokat Terkait Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi Rp 78 T

Jakarta

Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata juga mengusut dugaan tindak pidana perintangan penyidikan kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma di Indragiri Hulu. Hari ini tim penyidik memeriksa satu saksi yang merupakan seorang advokat.

“Saksi yang diperiksa yaitu TRR selaku advokat pada Kantor Hukum Noviar Irianto & Partners, diperiksa mengenai penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yaitu setiap orang yang dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan perkara korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu atas nama Tersangka SD,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).

Ketut mengatakan pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait tindak pidana dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi lahan sawit PT Duta Palma, diantaranya saksi AD selaku Direktur PT Wanamitra Permai, dan TTG selaku Direktur PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari, dan PT Seberida Subur.

Surya Darmadi Jadi Tersangka

Kasus ini menjerat mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) R Thamsir Rachman dan pemilik PT Duta Palma, Surya Darmadi, sebagai tersangka.

“Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menetapkan dua orang tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu. Dalam tindak pidana korupsi, ditetapkan dua orang tersangka, yaitu RTR selaku Bupati Kabupaten Indragiri Hulu periode 1999-2008, dalam tindak pidana pencucian uang, ditetapkan satu orang tersangka, yaitu SD selaku pemilik PT Duta Palma Group,” kata Kapuspen Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan pers tertulis, Senin (1/8).

Jaksa Agung St Burhanuddin kemudian menjelaskan soal dugaan kerugian negara dalam kasus ini. Dia menyebut dugaan korupsi ini merugikan negara Rp 78 triliun. Kasus ini pun menjadi kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara tertinggi.

“Menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara berdasarkan hasil perhitungan ahli dengan estimasi kerugian sebesar Rp 78 triliun,” kata Jaksa Agung Burhanuddin dalam keterangannya melalui video yang diterima detikcom.

Simak Video ‘Penampakan Helikopter Bell 427 Milik Surya Darmadi yang Disita Kejaksaan’:

[Gambas:Video 20detik]

(yld/dhn)