Jalan Widujaya, 4 kali longsor

jalan widujaya, 4 kali longsor

fotoa pakai ini jalan kalikesur kedungbanteng amblas 2
Tanah di Bawah Jalan Desa Windujaya Longsor

PURWOKERTO-Diguyur hujan lebat sejak hari Selasa, poros Jalan penghubung Keniten-Peninis di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng longsor, Rabu (28/11). Hujan deras dan tanah yang labil ditengarai menjadi sebab longsornya jalan.

Pantauan langsung Radarmas, kondisi longsor jalan terbilang parah. Retakan dengan amblas sekitar 1,5 meter memanjang sekitar 20 meter. Selain itu, lokasinya juga berada di kawasan jurang. Kemarin, longsornya jalan tersebut menjadi tontonan warga sekitar Desa Windujaya.

Adi Candra, Koordinator Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Banyumas menjelaskan, kondisi tanah yang labil serta guyuran hujan deras menjadikan tanah longsor. Letak jalan yang berada dilereng membuat kemungkinan terjadi longsor semakin besar.

Baca:
Jembatan Ambrol, Mandiraja – Purwanegara Terputus

“Kronologinya longsor pukul 07.00 pagi. Bangunan untuk penguat atau beton dibawahnya tidak menggunakan bronjong dan model terasering sehingga mudah longsor, ” katanya saat dikonfirmasi.

Diungkapkan Ari Candra, di tempat yang sama sudah pernah terjadi empat kali longsor dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Penggunaan bronjong dan sistem terasering menjadi solusi agar pondasi jalan menjadi lebih kuat.

“Penanganan yang sudah dilakukan adalah menutup dan mengalihkan arus kendaraan. Warga diharapkan agar terus waspada dan berhati-hati mengingat jalanan licin dan berkelok-kelok, ” ujarnya.

Disisi lain Darto, Kepala Desa Windujaya menuturkan longsornya jalan tidak berdampak besar terhadap mobilitas warganya. Hanya saja masyarakat terbiasa menggunakan ruas jalan yang longsor untuk beraktifitas.

“Banyak alternatif jalan seperti melalui Kalisalak, Kedawuhan, Kedungbanteng. Kami juga ada jalan Desa yang tembus Kalikesur yang berada dibelakang lokasi longsor,” terang Darto.

Lebih jauh lagi Darto menyebut longsor jalan kali ini merupakan yang terparah. Sebelumnya hanya ambles sedikit saja dan masih dapat dilintasi kendaraan.

“Dibawah jalan terdapat mata air kecil. Disamping itu tanahnya juga labil, mungkin dapat dibuatkan semacam sumur atau diberikan pipa untuk aliran mata air tersebut, ” tambahnya.

Longsornya ruas jalan di Desa Windujaya langsung direspon cepat oleh Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas dengan segera menempatkan water barrier, barikade, dan rambu portable. Selain itu juga melakukan penutupan dan pengalihan arus kendaraan.

“Kami tempatkan 6 unit water barrier, 3 barikade dan 2 buah rambu portable. Jalan yang ditutup kita tempatkan water barrier dan barikade, ” kata Hermawan, Plt Kabid Prasarana Lalu Lintas Dinhub Kabupaten Banyumas.

Ditambahkan Hermawan wewenang Dinhub adalah sebatas memasang rambu dan melakukan rekayasa lalu lintas. Pihaknya selalu bergerak cepat ketika terjadi bencana alam seperti ini.

“Misal kejadian tengah malam pun kami akan langsung bergerak. Sebelumnya sudah berkoordinasi dan memantau titik mana saja yang akan ditutup dan memerlukan berapa rambu atau komponen prasarana lalu lintas lainnya, ” katanya.

Catur Heri Susilo, Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Banyumas mengatakan, sampai saat ini belum ada dampak terhadap rumah warga sekitar. Sebab, di area tersebut minim perumahan. (lin)

Sumber: