JKFB Luncurkan Dokumenter “Mencari Soetedja”

jkfb luncurkan dokumenter “mencari soetedja”

jkfb luncurkan dokumenter “mencari soetedja”
Peluncuran Film dokumenter bertajuk “Mencari Soetedja”. DIM/RADARMAS

PURWOKERTO-Film dokumenter bertajuk “Mencari Soetedja”, diluncurkan Kamis, 15/11, di Rajawali Theatre Purwokerto. Film ini diinisisasi Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga bekerjasama Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sutradara “Mencari Soetedja”, Bowo Leksono mengaku, riset film mencapai delapan tahun. Dikatakan Bowo, proses pencarian narasi tentang Soetedja cukup sulit. Berbekal kliping fotokopian koleksi keluarga, pengumpulan data primer dan sekunder dimulai.

“Bahan artikel dari media massa, blog, tulisan salah satu narasumber film -Sugeng Wijono-, hingga wawancara dengan putra-putri R Soetedja pun benar-benar dilakukan mendalam,” katanya dalam rilis kepada Radar Banyumas.

Berdurasi 24 menit, film ini bertutur mengalir dari putra-putri dan keponakan Raden Soetedja, serta beberapa orang yang merasa bersinggungan secara kesejarahan. Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa tempat yaitu sekitar Banyumas, komplek Pasar Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Tangerang dan Bandung.

Proses riset, katanya, sempat menemui kendala. Sebab, tokoh-tokoh yang hidup sezaman atau masuk dalam perlintasan proses berkarya bersama Soetedja telah tiada, mulai dari S Bachri, Bing Slamet hingga Suyoso Karsono, perwira tinggi Angkatan Udara Republik Indonesia sekaligus pendiri Irama Record. Terakhir, Nien Lesmana, istri mendiang Jack Lesmana, orang tua musisi jazz Indra Lesmana, yang banyak menyanyikan lagu-lagu Soetedja meninggal di tahun 2017 lalu. Pun demikian dengan seniman-seniman Purwokerto yang pernah mengisi kesenian di RRI Purwokerto. (dim/ttg)

Sumber: