Kampung Susun Cakung Telan Dana Rp 52 M, Begini Skema Pengelolaannya

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung untuk warga eks Bukit Duri. Total anggaran yang digunakan untuk membangun hunian itu mencapai Rp 52 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan sumber pembiayaan hunian itu bukan dari APBD DKI, melainkan dari skema Surat Persetujuan Penunjukan Penggunaan Lokasi atau Lahan (SP3L) dari PT Duta Pertiwi.

“Kurang lebih sekitar Rp 52 miliar, pengerjaan 10 bulan,” kata Sarjoko kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sarjoko menjelaskan pihaknya menyiapkan 75 unit kampung susun bagi warga eks Kampung Duri yang menjadi korban penggusuran imbas normalisasi Kali Ciliwung. Kampung itu dibangun di atas tanah seluar 4.000 meter persegi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 4 milik Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah serta Permukiman (UPK PPUKMP).

“Jadi ini tanah dan bangunan yang membangun Pemprov DKI Jakarta,” jawabnya.

Rencananya, warga eks Bukit Duri yang bermukim di kampung susun itu akan diberlakukan skema sewa jangka panjang. Besaran tarif sewa akan tercantum di dalam landasan hukum.

“Pada nantinya akan kita tetapkan dengan keputusan gubernur. Nilainya belum ditentukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sarjoko menerangkan nantinya kampung susun ini akan dikelola oleh warga sekitar melalui koperasi. Ketentuan itu bakal diatur melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD).

“Dari skema pengelolaannya memang dikelola oleh warga melalui koperasi tapi dari skema pemanfaatannya nanti akan dituangkan dalam sebuah PKS (perjanjian kerja sama dengan BPAD,” tandasnya.

Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung dibangun dengan luas unit hunian 36 meter persegi, terdiri dari ruang privat seluas 21 meter persegi dan ruang usaha seluas 15 meter persegi. Ruang usaha disediakan untuk memberi kesempatan kepada penghuni dalam mengembangkan produktivitas ekonomi rumahan dari unit huniannya.

Desain unit hunian juga unik dengan mezanin, kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, balkon, dan ruang usaha/produksi pada setiap unit huniannya. Jarak antarlantai bangunan memiliki ketinggian 396 cm. Dengan jarak antar lantai yang tinggi ini, memungkinkan dikembangkannya area ekonomi untuk berbagai jenis usaha atau dapat juga diubah menjadi unit hunian tambahan di masa yang akan datang.

Pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung ini merupakan tindak lanjut pembangunan kampung susun sebelumnya yang sudah dihuni, yaitu Kampung Susun Akuarium Tahap I sebanyak 2 blok dan 107 unit. Selain di lokasi ini, juga terdapat pembangunan kampung susun yang telah selesai, yaitu Kampung Susun Kunir sebanyak 1 blok dan 33 unit hunian yang akan diresmikan kemudian.

Selanjutnya terdapat 2 (dua) lokasi kampung susun yang sedang dalam proses pembangunan, yakni Kampung Susun Akuarium Tahap 2 sebanyak 3 blok dan 134 unit hunian, serta Kampung Susun Bayam sebanyak 3 blok dan 123 unit hunian. Sehingga total kampung susun yang akan terselesaikan pembangunannya pada tahun ini sebanyak 12 blok dengan 472 unit hunian.

(taa/knv)