Kapolri: Kami Minta Maaf, Kasus Ferdy Sambo Cederai Keadilan Publik

Jakarta

Kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diotaki oleh Irjen Ferdy Sambo menjadi perhatian publik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden ini.

“Terkait perbaikan Polri ke depan, jadi ini memang menjadi atensi dan perhatian kami. Kami menyadari dan kami mohon maaf bahwa peristiwa yang terjadi ini tentunya sangat mencederai rasa keadilan publik,” ujar Listyo Sigit Prabowo dalam rapat bersama Komisi III DPR, di kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2022).

Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihaknya membutuhkan waktu dalam penyelidikan kasus sehingga peristiwa yang terjadi menjadi terang benderang. Sigit menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pengungkapan kasus pembunuhan yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Butuh waktu bagi kami untuk membuat peristiwa menjadi terang, namun demikian alhamdulillah atas dukungan seluruh pihak, dari pimpinan komisi, seluruh komisi 3, masyarakat, dan juga seluruh elemen,” tutur Sigit.

Sigit menegaskan Polri akan membuka kasus ini secara transparan dan akuntabel. Pihaknya juga terbuka menampung permintaan keluarga almarhum Brigadir Yosua.

“Dan juga terkait ekshumasi kami layani, ini menjadi bagian keterbukaan kami,” ucapnya.

Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak akan pandang bulu dalam memproses anggota yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya 6 orang yang ditetapkan dalam pelanggaran obstruction of justice dan 35 personel lainnya yang melanggar kode etik.

“Kami pastikan kami dalam posisi betul-betul akan proses semuanya sesuai fakta yang kami temukan, ini bukti kami tidak pandang bulu dalam memproses kasus ini,” tegas Sigit.

Jenderal Sigit juga terbuka menampung segala keluhan masyarakat demi perbaikan Polri ke depan. Ia tekankan pelanggaran baik kode etik maupun pidana yang dilakukan oleh anggota akan ditindak tegas.

“Tadi disampaikan di wilayah-wilayah masih ditemukan ada narkoba dan barangkali ada anggota terlibat, ini juga kami sampaikan di sini bahwa kami dalam posisi yang akan menindak tegas setiap pelanggaran masalah tersebut, apabila ada anggota kami yang terlibat dalam masalah narkoba pasti kami copot dan kami proses,” bebernya.

Sebagai upaya perbaikan pelayanan kepada masyarakat, Sigit juga membuka ruang untuk pengaduan mulai dari pengaduan masyarakat (Dumas Presisi), hingga Propam Presisi. Kapolri juga siap menerima keluhan masyarakat langsung melalui akun media sosialnya.

(mea/fjp)