Kapulaga 3 Ton lebih Diambil Tanpa Ijin Pemilik, Dilaporkan Polsek Tambak

sibnews.info, Tambak – Pemilik Kapulaga bernama Tunjiah Asiah Nurjanah alias Nisa warga Kalirejo Kebumen mengaku ada sekitar 3 ton lebih Kapulaga miliknya dengan nilai nominal ditaksir sekitar Rp 242.000.000 yang dititipkan disalah satu gudang di Desa Gumelar Lor kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas diduga diambil dan dibawa pergi tanpa seijin dan sepengetahuanya oleh Parmin warga Karang Anyar, Wadas Lintang Wonosobo.

Karena dirugikan maka Nisa mendatangi Polsek Tambak Banyumas untuk membuat laporan pengaduan resmi, Minggu (24/4/2022).

Tarno salah satu karyawan gudang menjelaskan pada awak media sibnews.info bahwa sekitar pukul 00.00 WIB (12 malam) ada seseorang mendatangi gudang dengan mengendarai mobil L300 yang selanjutnya saat di gudang orang tersebut menghubungi Parmin.

Selanjutnya Parmin datang ke gudang bersama satu orang temannya mendatangi gudang dengan kendaraan Pajero Sport warna hitam ber plat nomor kendaraan Bermotor B 2378 PJQ menemui seseorang yang menghubunginya tersebut.

Parmin masuk gudang dengan dibukakan pintu oleh temanya Parmin yang sudah ada didalam gudang sedangkan para karyawan sedang tiduran.

Parmin dengan cara memaksa mengambil barang berupa kapulaga yang ada digudang yang selanjutnya kapulaga dinaikan ke bak mobil L300.

Meski pun dilarang oleh para karyawan gudang tetapi Parmin tak memerdulikannya dan kapulaga tetap dinaikan di bak L 300 dan di bawa pergi meninggalkan gudang.

Belum cukup membawa pergi barang kapulaga dengan mobil L300 dari gudang, Parmin kembali memanggil 3 orang temanya dengan mengendarai kendaraan truck Colt diesel ber plat nomor AA 1493 NC dan kembali menaikan barang kapulaga ke dalam bak truck Colt Diesel dengan plat nomor kendaraan AA 1493 NC yang dikendarai sopir bernama Kardi.

Karena Parmin tetap memaksa membawa kapulaga tanpa ada ijin pemilik kapulaga maka karyawan gudang selanjutnya menghubungi pemilik gudang bernama Ahmad.

whatsapp image 2022 04 24 at 22.49.30

Saat kapulaga sedang di muat dinaikan truck colt Diesel oleh Parmin Cs salah satu karyawan gudang juga bergegas mendatangi Polsek Tambak untuk memberitahukan kejadian yang ada di gudang di Desa Gumelar lor kecamatan Tambak.

Bertepatan saat Ahmad datang ke gudang , Ahmad melihat kapulaga yang tadinya digudang akan dibawa pergi dari gudang oleh Parmin cs maka Ahmad mencoba menghalang halangi saat kapulaga akan dibawa pergi oleh suruhan Parmin dengan menggunakan Colt Diesel ,namun Parmin tetap memaksa kapulaga untuk dibawa pergi dari gudang dengan kendaraan truck colt Diesel dengan plat nomor AA 1493 NC yang dikemudikan supir bernama Kardi .

Parmin dan Ahmad saling cekcok mulut dan hampir terjadi pertikaian adu fisik maka Ahmad dan Parmin bersepakat ke Polsek Tambak sekitar Pukul 04.30 WIB

Ahmad menjelaskan pada awak media fokus Banyumas bahwa dirinya sempat di dekap oleh salah seorang teman Parmin saat terjadi perdebatan menghalangi kapulaga saat akan dibawa pergi oleh Parmin dan teman temannya.

Karyawan gudang bernama Ketut selanjutnya langsung mendatangi rumah Nisa yang merupakan pemilik Kapulaga yang dititipkan digudang dan memberitahu bahwa kapulaga yang dititipkan di gudang di bawa pergi oleh Parmin dengan menggunakan kendaraan L300 dan mobil truck colt Diesel.

Nisa segera mendatangi Polsek Tambak sekitar pukul 7.30 Wib namun hanya bertemu Ahmad karena Parmin telah pergi dari polsek Tambak.

Nisa kemudian menemui Kanit Reskrim Polsek Tambak Aiptu Hermawanto S. H untuk membuat laporan pengaduan resmi adanya kapulaga miliknya digudang yang di bawa pergi sama Parmin dan rekan rekannya tanpa sepengetahuan dan seijin dirinya selaku pemilik kapulaga di gudang tersebut.

Kanit Reskrim Tambak Aiptu Hermawanto S. H menanyakan pada Ahmad sebagai saksi tentang persoalan kedatangan Parmin dan rekan rekannya ke gudang sehingga kapulaga milik Nisa di bawa oleh Parmin dan rekan rekannya.

Saksi saksi dari karyawan gudang yaitu Tarno dan Ketut juga ditanyakan oleh Kanit Reskrim Polsek Tambak Aiptu Hermawanto S. H di ruang Reskrim Polsek Tambak.

Selanjutnya pukul 11.30 Wib Nisa sebagai saksi Pelapor juga memberikan keterangan resmi pada Kanit Reskrim Polsek Tambak Aiptu Hermawanto S. H di ruang Kanit Reskrim Polsek Tambak.

Nisa kepada awak media fokus Banyumas menjelaskan kekhawatiran apabila terlalu lama ditangani nantinya kapulaga miliknya ditakutkan akan semakin jauh jaraknya dibawa lari oleh Parmin dan rekan rekannya.

Kanit Reskrim Polsek Tambak Aiptu Hermawanto S. H kepada awak media Fokus Banyumas menjelaskan bahwa Nisa,Ahmad dan Parmin serta rekannya telah di pertemukan untuk mediasi di Polsek Tambak.

Nisa menjelaskan bahwa dirinya menolak hasil mediasi dan meminta surat bukti pelaporan resmi kepada Kanit Reskrim Polsek Tambak Aiptu Hermawanto S. H karena tidak ada itikad baik pengembalian kapulaga miliknya oleh Parmin cs.

Hingga pukul 23.00 Wib acara pemeriksaan untuk pelapor dan para saksi masih berlangsung.

Nisa berharap Laporan pengaduannya dengan surat bukti pelaporan no pol : Lp/B/02/IV/2022/SPKT/SEK TBK/RESTA BMS/POLDA JATENG dapat segera ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku di NKRI. ( F28).