Karantina GOR Satria “Sepi” Penghuni, 12 Hari Hanya 43 Orang Pemudik, Mayoritas Karantina di Desa

karantina gor satria

img 20210518 004813
DIKELUARKAN: Velbed yang diperuntukkan bagi pemudik sudah dikeluarkan oleh petugas dari karantina Gedung Futsal GOR Satria, Senin (17/5). YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS

PURWOKERTO – Tempat karantina di GOR Satria yang dibuka selama 12 hari mulai 6 Mei hingga Senin (17/5), minim penghuni. Dari kapasitas 100 orang, karantina GOR Satria hanya terisi 30 orang pemudik laki-laki dan 13 orang pemudik perempuan.

Karantina GOR Resmi Ditutup Hari Ini, Total Pemudik Dikarantina Sudah 40 Orang


https://sibnews.info/23-warga-danaraja-dikarantina-di-rkps-baturraden/

Petugas Administrasi BPBD Banyumas di GOR Satria, Nova Widyatmoko mengatakan, sampai Senin (17/5) pagi menjelang ditutupnya operasional karantina GOR Satria, jumlah pemudik yang sampai ke GOR Satria hanya 43 orang. Sejak lebaran hari kedua hingga Senin (17/5), karantina GOR Satria sudah tidak berpenghuni.

“Untuk pemudik kedatangan hari ini (Senin (17/5)) selanjutnya diarahkan untuk karantina di desa atau hotel. Kalau masih diizinkan untuk karantina disini (GOR, red) berdampak pada operasional karantina GOR sampai lima hari ke depan,” katanya, Senin (17/5).

Nova menjelaskan, dari data, animo pemudik untuk menjalani karantina di hotel cukup lumayan. Dari total penghuni sebanyak 43 orang, yang memilih karantina di hotel 13 orang.

Sisanya 21 orang bersedia dikarantina di desa, dan enam pemudik tidak memiliki pilihan lain selain menjalani karantina di GOR Satria.

“Dua pemudik selesai karantina karena perjalanan tugas, dan satu pemudik memilih langsung kembali ke Jakarta setelah sampai di GOR Satria pada Senin (10/5),” terang dia.

Pemudik asal Ancol yang memilih langsung kembali ke Jakarta sesampainya di GOR Satria mengatakan, dirinya ke Banyumas untuk melihat kondisi rumah peninggalan orangtuanya di Kelurahan Pasir Muncang tanpa didampingi istrinya. Perjalanan menuju ke Banyumas ditempuhnya dengan menaiki truk.

“Istri di Jakarta. Sampai di Banyumas pada Minggu (9/5) naik truk,” kata Fuad ketika ditemui Radarmas saat masih di GOR Satria.

Fuad mengungkapkan, lebih memilih langsung kembali pulang ke Jakarta karena tidak ingin di karantina di GOR Satria. Setelah pulang ke rumah untuk bersiap-siap dia segera pulang ke Jakarta pada Senin sore (10/5) dengan sepeda motor.

“Selain itu, di sini (Banyumas, red) juga sudah tidak ada keluarga,” ungkap dia. (yda)

Sumber: