Kasus Dugaan Korupsi Bansos, Kejari Purwokerto Tetapkan 2 Tersangka

sibnews.info, Banyumas – Penanganan Kasus dugaan korupsi dana Bansos dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang disalurkan melalui 48 kelompok UMKM memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari)  Purwokerto tetapkan dua tersangka berinisial AM dan MT

“Kita masih melakukan pengumpulan alat bukti, yang jelas dua orang sudah dijadikan tersangka, sementara belum ditahan,” ujar Kepala Kejari Purwokerto melalui Kasi Pidana Khusus, Nilla Aldriani saat dihubungi sibnews.info, Rabu (17/3).

Menurutnya, selain menetapkan tersangka, tim Kejari juga melakukan penyitaan barang bukti baru, yakni uang tunai Rp 200 juta, dengan rincian Rp 160 juta dari AM dan Rp 40 juta dari MT.

Dengan demikian kerugian negara bertambah dari pengusutan pertama sebesar Rp 1,92 M, menjadi Rp 2,12 M. Indikasi awal sebagian aliran dana digunakan untuk membangun Green House Melon di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

“Jadi itu untuk green house melon. Nanti kita kembangkan lagi sesuai alat bukti (terkait penambahan tersangka lainnya),” lanjut Nilla.

Berita terkait: Dugaan Korupsi Jaring Pengaman Sosial Covid-19 di Banyumas, Kejari Purwokerto: “Ada 48 Kelompok Usaha, Semuanya Fiktif!”

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Purwokerto pada Selasa (09/03/2021) lalu adakan gelar kasus dugaan korupsi program Jaring Pengamanan Sosial (JPS) Covid-19 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), senilai Rp 1,92 Milyar.

Pada kegiatan tersebut, Kejari mengamankan sejumlah barang bukti termasuk uang tunai Rp 470 juta dari rumah seseorang berinisial AM, warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok. Kemudian, tim Kejari Purwokerto mengamankan AM dan MT.

Dalam dugaan korupsi tersebut, terindikasi modus yang digunakan AM dan MT, yakni membuat kelompok usaha baru yang terdiri dari 20 anggota setiap kelompoknya, dari hasil pemeriksaan terdapat 48 kelompok usaha yang menerima bantuan Kemnaker. (F14)