Kemendikbud Akui UN Jadi Beban, Tahun 2020 yang Terakhir

kemendikbud akui un jadi beban, tahun 2020 yang terakhir

ujian nasionalAkui jika Ujian Nasional jadi beban, maka tahun 2020 yang terakhir menyelenggarakan UN dan tahun 2021 akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter

PURWOKERTO – Kemendikbud di awal tahun 2020 mengeluarkan pokok-pokok kebijakan Merdeka Belajar untuk pendidikan dasar dan menengah, diantaranya tahun 2020, Ujian Nasional akan dilaksanakan untuk yang terakhir kalinya.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud RI, Drs. Ade Erlangga Masdiana, M.Si, mengungkap, kondisi saat ini, Ujian Nasional menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua.

Hal itu diakibatkan karena Ujian Nasional menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Materinya yang terlalu padat, juga menyulitkan siswa dan guru, yang cenderung menguji penguasaan konten, bukan terhadap kompetensi penalaran.

Ujian Nasional hanya menilai dari aspek kognitif hasil belajar, belum menyentuh karakter siswa secara menyeluruh.

“UN seharusnya berfungsi untuk pemetaan mutu sistem pendidikan nasional, bukan penilaian siswa,” ujarnya di Purwokerto, Minggu (2/2).

Baca juga : Nadiem akan Hapus Ujian Nasional

Ade menjelaskan, sesuai dengan arahan Mendikbud, tahun 2021, Ujian Nasional akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Dilakukan pada siswa yang berada di tengah jenjang sekolah, seperti pada kelas 4, kelas 8, dan kelas 11, sehingga mendorong guru, dan sekolah memperbaiki mutu pembelajaran dan tidak bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

“Untuk siswa, guru, dan juga orang tua, mempunyai banyak pilihan. Guru bisa mengembangkan proses pembelajaran dengan lebih kreatif. Siswa bisa mengembangkan karakter dan potensinya masing-masing. Kesuksesannya tidak ditentukan oleh pelajaran-pelajaran tertentu saja,” terangnya.

Dirinya mengungkap, dengan program Merdeka Belajar, karakter siswa akan terdeteksi dengan baik. Pemetaan juga bisa dilakukan dalam konteks yang lebih holistik. (yda)

Sumber:

Kemendikbud Akui UN Jadi Beban, Tahun 2020 yang Terakhir

kemendikbud akui un jadi beban, tahun 2020 yang terakhir

ujian nasionalAkui jika Ujian Nasional jadi beban, maka tahun 2020 yang terakhir menyelenggarakan UN dan tahun 2021 akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter

PURWOKERTO – Kemendikbud di awal tahun 2020 mengeluarkan pokok-pokok kebijakan Merdeka Belajar untuk pendidikan dasar dan menengah, diantaranya tahun 2020, Ujian Nasional akan dilaksanakan untuk yang terakhir kalinya.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud RI, Drs. Ade Erlangga Masdiana, M.Si, mengungkap, kondisi saat ini, Ujian Nasional menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua.

Hal itu diakibatkan karena Ujian Nasional menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Materinya yang terlalu padat, juga menyulitkan siswa dan guru, yang cenderung menguji penguasaan konten, bukan terhadap kompetensi penalaran.

Ujian Nasional hanya menilai dari aspek kognitif hasil belajar, belum menyentuh karakter siswa secara menyeluruh.

“UN seharusnya berfungsi untuk pemetaan mutu sistem pendidikan nasional, bukan penilaian siswa,” ujarnya di Purwokerto, Minggu (2/2).

Baca juga : Nadiem akan Hapus Ujian Nasional

Ade menjelaskan, sesuai dengan arahan Mendikbud, tahun 2021, Ujian Nasional akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Dilakukan pada siswa yang berada di tengah jenjang sekolah, seperti pada kelas 4, kelas 8, dan kelas 11, sehingga mendorong guru, dan sekolah memperbaiki mutu pembelajaran dan tidak bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

“Untuk siswa, guru, dan juga orang tua, mempunyai banyak pilihan. Guru bisa mengembangkan proses pembelajaran dengan lebih kreatif. Siswa bisa mengembangkan karakter dan potensinya masing-masing. Kesuksesannya tidak ditentukan oleh pelajaran-pelajaran tertentu saja,” terangnya.

Dirinya mengungkap, dengan program Merdeka Belajar, karakter siswa akan terdeteksi dengan baik. Pemetaan juga bisa dilakukan dalam konteks yang lebih holistik. (yda)

Sumber: