Kendalikan Rumah dengan Smartphone

kendalikan rumah dengan smartphone

Mahasiswa Teknik Unsoed Mampu Ciptakan Home Automation

Ide kreatif muncul dari anggota Open Source Community (OSC) mahasiswa Fakultas Teknik Unsoed. Mereka berhasil membuat alat yang memudahkan orang untuk mematikan peralatan elektronik, dari jarak jauh hanya dengan jari.

MAULIDIN WAHYU SETIYA PUTRA, Purwokerto

Para ibu rumah tangga mungkin kerap mengalami situasi, dimana peralatan elektronik di rumah sering kedapatan tetap menyala meski tidak digunakan. Hal itu cukup membuat kesal, terlebih jika anggota keluarga sudah berkali-kali diingatkan namun ternyata hal itu masih saja terjadi.

Beberapa waktu mendatang, kondisi itu sepertinya tidak akan lagi dialami. Ini karena anggota Open Source Community (OSC) mahasiswa Fakultas Teknik Unsoed, sudah menemukan solusi untuk mengendalikan berbagai peralatan elektronik di rumah tanpa repot dan dengan sedikit tenaga.

Bahkan pemilik rumah masih bisa membuka sosial media atau aplikasi kesayangan di smartphone, ketika harus mematikan seluruh peralatan elektronik yang ada di rumah. Termasuk lampu, tanpa harus beranjak.

Tim OSC yang terdiri dari Ihtimam Mujaddidi Abdilbar, Riyan Bentardi, Handy Harjamulia, Prayogo Ismu Abdillah, Roy Indra Rachmat, Nanda Ellong Saputra, Satrio Dwi Nugroho, Aprilia Utami, Aliffa Aminatus, Sutriyono, Akhmad Khafidz, dan Prima Ashari membuat perangkat otomatisasi rumah (home automation).

Otomatisasi rumah, menurut salah satu konseptor dan programmer perangkat tersebut Riyan Bentardi, merupakan suatu konsep rumah yang prinsip pengendaliannya dilakukan secara otomatis dan dapat diakses melalui suatu perangkat. Seperti smartphone maupun laptop.

Perangkat otomatisasi rumah, menurut mahasiswa jurusan Teknik Elektro semester V itu,  mengendalikan peralatan rumah tangga yang ada di rumah seperti kipas angin, lampu, radio, oven, rice cooker, lemari pendingin dan lain-lain. Fungsi dari home automation untuk mempermudah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia sehingga tidak perlu harus melakukannya secara manual.

“Mungkin beberapa orang akan berfikir bahwa sistem ini akan membuat seseorang malas, karena tidak perlu harus mengeluarkan tenaga hanya untuk sekedar mematikan atau menghidupkan peralatan yang ada di rumah. Sebenarnya tujuan dari sistem ini untuk efisiensi waktu,” tuturnya.

“Hal ini sangat dibutuhkan untuk orang-orang yang cukup sibuk. Sayang rasanya apabila waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan, harus terbuang hanya sekedar untuk mematikan atau menghidupkan peralatan secara manual atau dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, perangkat otomatisasi rumah terdiri dari dua bagian utama. Yaitu rangkaian pengendali utama yang menggunakan microcontroller Arduino Mega, dan human machine interface pada sistem operasi android, yang aplikasinya kami buat sendiri. Aplikasi pada sistem operasi android berkomunikasi dengan rangkaian pengendali utama menggunakan bluetooth.

“Agar perintah yang kita berikan melalui aplikasi android dapat dijalankan oleh rangkaian pengendali utama, memerlukan bluetooth. Kita pilih bluetooth karena modulnya murah, dan kebetulan ketika kita menyusun rangkaian itu, yang sudah kita punya ya modul bluetooth,” ungkapnya.

Dikatakan, pembuatan alat otomatisasi rumah terbilang singkat. Hanya sekitar tiga hari. “Awalnya kami hanya diminta membuat produk teknologi untuk acara engineering fair di kampus. Idenya juga sebenarnya hanya iseng saja. Biaya pembuatannya juga terbilang murah hanya sekitar Rp 700 ribu,” ucapnya.

Menurutnya, alat tersebut saat ini memang masih prototipe, meski sudah dilakukan pengujian secara sederhana yaitu dengan mengaplikasikan perangkat otomatisasi rumah di kamar kosnya. “Uji coba di kamar kos saya hasilnya berjalan sesuai yang diharapkan,” ucapnya.

Meski bermanfaat, saat ini ia mengaku masih belum berani mengkomersialkan alat tersebut. Sebab lanjut dia, masih perlu adanya pengembangan dan pengujian lebih lanjut. “Beberapa orang sudah menyatakan berminat menggunakan perangkat kami. Sebab sempat dipamerkan pada acara Unsoed Fair. Namun untuk saat ini kami masih menyempurnakannya, semoga kedepan akan lebih bermanfaat lagi,” tuturnya. (*/sus)

Sumber: