Kepercayaan Publik Anjlok, KPK Pamer Sudah Tangkap Ribuan Koruptor

Jakarta

Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK versi survei LSI anjlok menjadi 63 persen. KP merespons hasil survei tersebut dengan memamerkan telah menangkap ribuan koruptor.

“KPK mengapresiasi seluruh elemen masyarakat maupun pihak-pihak yang terus mendukung upaya pemberantasan korupsi. Karena tanpa dukungan masyarakat, KPK hingga kini tidak mungkin bisa menangkap 1.400 lebih pelaku korupsi,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Ali juga menyebut KPK telah menangani setidaknya 1.200 perkara korupsi. Ali mengatakan KPK terus bekerja untuk memberantas korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap, masyarakat semakin memahami bahwa untuk menurunkan tingkat korupsi, kita tidak bisa hanya mengandalkan upaya-upaya represif. Setidaknya KPK telah menangani 1.200 lebih perkara, namun faktanya tindak pidana korupsi hingga kini masih saja terjadi,” ujar Ali.

Ali mengatakan masyarakat juga peran dalam pemberantasan korupsi. Dia mengatakan KPK tidak bisa mendorong perbaikan tata kelola tanpa ada dukungan masyarakat.

“Tanpa peran masyarakat, KPK juga tidak mungkin bisa mendorong upaya perbaikan dan pembenahan sistem tata kelola pada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN/BUMD untuk memimalisasi celah rawan korupsi,” ujar Ali.

Ali kemudian menjelaskan upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi sebagai bagian penting dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, KPK juga mengupayakan pemberantasan korupsi lewat Survei Penilaian Integritas (SPI).

“Oleh karenanya, upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi menjadi strategi pemberantasan korupsi yang tidak kalah penting. KPK pun terus melakukan upaya-upaya konstruktif pemberantasan korupsi, salah satunya melalui Survei Penilaian Integritas (SPI),” ujarnya.

Ali mengatakan KPK melibatkan setidaknya 250 ribu responden dalam survei itu. Hasil survei itu, katanya, akan menjadi rekomendasi perbaikan sistem pencegahan korupsi.

“Survei yang melibatkan lebih dari 250 ribu responden ini tidak sekadar mengukur atau membandingkan tingkat kerawanan terjadinya tindak pidana korupsi pada suatu institusi, namun lebih penting dari itu yaitu, memberikan rekomendasi perbaikan agar ke depannya tindak pidana korupsi tidak kembali terjadi,” jelas Ali.

Ali pun berharap lembaga yang melakukan survei terhadap tingkat kepercayaan publik bisa memberikan rekomendasi bagi KPK. Dia mengatakan hal itu penting agar KPK bisa melakukan pembenahan.

“Oleh karenanya, dalam pengukuran kepercayaan publik dari lembaga survei ini, kami pun berharap bisa memperoleh hasil dan rekomendasi lengkapnya, agar survei-survei ini memberikan kontribusi bagi upaya perbaikan,” tutup Ali.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.