Kisah Hidup Bungkus, Warga Kober Yang Sembuh dari Covid 19: “Mereka Takut, Mendekat Aja Gak Mau, Apalagi Beli

kisah hidup bungkus, warga kober yang sembuh dari covid 19:

bupati dan pasien covid 1

PURWOKERTO-Bupati Banyumas Achmad Husein bertemu dengan warga RT 7 RW 4 Kelurahan Kober, Purwokerto Barat, yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Selasa (16/6). Dalam kesempatan itu, Bungkus Susanto, salah satu warga Kober banyak mengisahkan tentang kehidupannya paska kena Covid.

Sambil duduk santai di kursi, dia berbincang dengan Bupati. Dia yang memakai peci hitam membiarkan jambangnya lebat. Sambil mengenakan masker hitam, Bungkus yang mengenakan kemeja batik menceritakan bahwa dia awalnya berjualan es kelapa muda.

Sehari-harinya, dia pun menyiapkan aktivitas berdagangnya sebelu Pandemi. Namun, diakuinya, kisahnya berbalik dan berputar arah, jauh dari harapan setelah ada Covid-19.

“Saya ini jualan es kelapa muda di stasiun sebelum kena Covid-19. Alhamdulillah lumayan laris, tapi setelah orang pada tahu saya kena penyakit ini, mereka pada takut. Mendekat aja gak mau, apalagi beli dagangan saya,” katanya dengan tegar.

Baca Juga:
Pasien Sembuh Covid Dikucilkan, Pemkab Banyumas Akan Beri Pelatihan Kerja
Tinggal Menunggu Perbupnya, Sistem Satu Arah Akan Dipermanenkan di Kota Purwokerto

Tak sekedar itu saja. Dia pun sangat meminta agar aktivitas ibadah di lingkungannya bisa berjalan normal lagi. Mengingat, sampai saat ini, ia dan beberapa warga lain yang terdampak covid-19 belum bisa melaksanakan ibadah di masjid setempat.

“Sementara kami beribadah di rumah. Kalau memang harus terpisah dengan jamaah lain, kami ya siap saja, asal bisa melaksanakan ibadah di masjid,” pintanya.

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Kelurahan Kober, Hisam menjelaskan, pihaknya siap untuk memfasilitasi tempat ibadah khusus bagi warga yang terdampak covid-19. Nantinya, warga tersebut akan dipisah dari jamaah lain saat beribadah.

“Kami akan siapkan tempat khusus untuk warga terdampak Covid-19, dan ini masih di lingkungan masjid, hanya dipisah dari jamaah lain. Sementara masjid hanya digunakan separuh dari total kapasitas, jadi masih ada jarak antar jamaah. Kita juga mewajibkan jamaah pakai masker dan cuci tangan sebelum masuk ke masjid,” jelas Hisam.

Sebagai informasi, Pemkab Banyumas menjanjikan memberikan bantuan pelatihan ketrampilan kerja kepada warga yang terdampak Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Banyumas.

“Saya ingin memastikan kehidupan mereka tetap berjalan normal, utamanya dari sisi ekonomi, mereka harus tercukupi,” kata Husein saat berbincang dengan warga terdampak Covid-19.

Husein mengatakan banyak menerima keluhan. Banyak pasien yang sembuh dari Covid-19, aktivitas perekonomiannya terhenti. Selain terkendala modal usaha, masih ada sebagian orang yang takut berinteraksi dengan warga yang pernah terpapar virus.

“Pemulihan orang yang terdampak Covid-19 tidak gampang. Mereka yang berdagang sekarang juga seret usahanya, bahkan ada yang berhenti total. Ada yang tadinya jadi pegawai juga tidak bisa kerja lagi, tentu ini menjadi perhatian pemerintah membantu pemulihan secara bertahap. Maka saya minta jangan kucilkan merka, kita bantu sebisanya,” ujar Husein

Lebih lanjut, upaya pemulihan tersebut bisa melalui pelatihan ketrampilan kerja serta pemberian pinjaman bergulir yang tidak memberatkan. Husein meminta agar warga terdampak covid-19 segera mengusulkan apa saja yang menjadi kebutuhan untuk mendukung usahanya.

“Mereka yang paham apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang usahanya. Kita latih kemudian mereka punya keahlian, tentunya bisa memproduksi barang yang bisa dijual. Kami juga siap bantu memasarkan produknya. Intinya kita ingin bantu pulihkan orang terdampak Covid-19 ini bisa kembali normal,” tuturnya. (ali ibrahim/tangkas pamuji)

Sumber: