Kisruh! Penjaringan Perangkat Desa Karanggintung Terkesan Janggal

sibnews.info, Banyumas – Sejumlah warga peserta penjaringan perangkat desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah rame-rame mendatangi rumah Harsiyadi, S.IP, Kepala Desa setempat, Senin (6/6/2022) malam.

Belasan warga terdiri dari laki-laki dan perempuan, memohon difasiltasi untuk dipertemukan dengan panitia penjaringan terkait hasil penjaringan perangkat desa yang diduga terindikasi ada kecurangan dan tidak transparan. Para peserta mulai mencurigai hasil yang diberikan untuk peserta dengan nilai tertinggi. Lantaran beberapa alasan yang tidak masuk akal dan layak dipertanyakan.

Pelaksanaan penjaringan perangkat desa di Desa Karanggintung ada 1 formasi yang diperebutkan. Total pendaftar mencapai 60 orang, tetapi yang lolos administrasi dan berhak mengikuti ujian hanya 46 orang.

“Mohon kepala desa berkenan memfasilitasi kami untuk bisa duduk bersama dengan panitia penjaringan. Ada beberapa hal yang harus kami sampaikan dan diskusikan, terkait 1 orang peserta yang lolos ujian dengan nilai fantastis. Selain beberapa hal yang mencurigakan, ternyata peserta yang lolos tersebut adalah anak dari ketua panitia penjaringan,” kata salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya.

Bahkan pihaknya dan warga juga semakin curiga, karena sebelum proses penjaringan, peserta tersebut terlihat beberapa kali bolak-balik mendatangi kantor kepala desa.

Saya akan memfasilitasi apa yang menjadi keberatan, keluhan dan kecurigaan ini dengan melakukan koordinasi dengan tim fasilitas dari Kecamatan,” jelas Kepala Desa Karanggintung, Harsiyadi, S.IP.

Bukan tidak mungkin, lanjut Kepala Desa, terjadi hal-hal yang di luar pengawasan kami, hal itu perlu ada bukti yang menguatkan. Namun pelaksanaan kegiatan penjaringan perangkat desa sudah sesuai prosedur dan sudah selesai.

Merasa kurang yakin aduan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh Kepala Desa, belasan peserta yang tidak lolos mendatangi kantor Kecamatan Karanggintung, Selasa (7/6/2022) pagi.

“Pak Camat tetap diposisi netral dan prosedur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Permintaan kami agar pelantikan ditunda tidak disetujui, tapi jika mau melanjutkan proses terkait keberatan dipersilakan. Intinya seperti itu,” terang salah satu peserta.

Mendapat jawaban yang kurang memuaskan dari Camat Sumbang, Drs. Purjito, peserta bergeser menuju kantor Pemerintah Desa Karanggintung.

“Kami merasa aduan langsung kurang mendapat respon yang baik, maka kami lanjut dengan membuat Surat Aduan yang ditujukan kepada Camat Sumbang dengan tembusan DPRD Kabupaten Banyumas. Surat Aduan akan kami lampiri juga dengan Surat Mosi Tidak Percaya yang ditandatangani peserta,” tegas salah satu peserta.

Saat ditemui di kantornya, Kepala Desa Karanggintung mengatakan saat ini sudah berkoordinasi dengan Camat.

img 20220607 152850

“Kami mempersilakan peserta yang masih keberatan jika ingin menyampaikan surat aduan. Saya tetap menganggap itu hal yang positif,” terang kades Harsiyadi.

Untuk memfasilitasi pertemuan antara peserta dengan pihak panitia penjaringan, lanjut Harsiyadi, kami agendakan pada hari Jumat (10/6/2022) malam sekira pukul 19.30 wib.

Menurut Drs. Purjito, Camat Sumbang, kegiatan penjaringan berjalan sudah sesuai prosedur tanpa ada kejanggalan.

20220607 145546 01

“Wajar dalam suatu perlombaan, ada yang unggul dan ada yang kalah. Nilai 72 dari peserta yang lolos saya anggap tidak spektakuler. Bahwa nilai itu terpaut jauh dengan nilai peserta lain, bisa saja karena persiapan yang berbeda dari masing-masing peserta,” jelas Purjito saat ditemui tim sibnews.info di kantornya.

Hal ini biasa terjadi, lanjut Purjito, disetiap kegiatan seperti itu, selalu saja ada pro kontra dengan hasil akhir. Bahkan jika dengan cara mengundi itu diperbolehkan, mungkin ini bisa dilakukan untuk menghindari kegaduhan.

Disinggung mengenai surat aduan yang bakal dilayangkan, Purjito pun siap menerima. (F12)