Komisi III DPR-Kapolri Rapat Kasus Sambo Besok, Diagram Kerajaan Dibahas

Jakarta

Komisi III DPR RI akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (23/8) besok pada pukul 10.00 WIB. Komisi III DPR hendak mendengar penjelasan lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan pembunuhan Brigadir J.

“Itu pastilah (membahas soal ‘kerajaan’ Ferdy Sambo) karena bicara soal aliran diagram yang saling bales kan. Nah itu kalau dilihat dari omongan itu jelas tuh,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Gerindra Desmond Junaidi Mahesa kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Desmond mengatakan rapat akan digelar secara terbuka. Namun ada juga kemungkinan digelar secara tertutup lantaran ada beberapa hal yang belum bisa dibuka kepada publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi besok ada yang terbuka, ada yang kemungkinan tertutup. Misal kalau ditanyakan soal yang belum selesai dalam proses penyidikan. Karena perkara ini kan belum P-21, kalau belum P-21 kan ada hal-gal yang belum boleh dibuka ke publik karena dalam proses penyidikan, kemungkinan itu tertutup,” jelas Desmond.

Desmond melihat ada hal-hal di luar proses peradilan dalam kasus Brigadir J yang muncul. Hal itu seperti pembubaran satgassus, diagram ‘konsorsium 303’ serta para anggota polisi yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Akibat dari peristiwa ini memunculkan hal-hal yang hari ini non-proses peradilan. Apa itu? Seperti ada persoalan tiba-tiba berkaitan dengan Satgassus, judi online, narkoba, dan tiba tiba ada sekian banyak anggota polisi yang terjerat kasus Sambo,” ujarnya.

Lebih lanjut, Desmond mengatakan Komisi III DPR akan melakukan pengawasan terkait apa yang dilakukan oleh Polri. Kasus tewasnya Brigadir J, sambung Desmond, juga sebagai catatan bagi Polri untuk ke depannya.

“Oleh karenanya Komisi III akan melakukan pantauan dan pengawasan terkait apa yang dilakukan oleh Kapolri kepada anggotanya. Sehingga menjadi catatan bagi kepala kepolisian dan institusi nya ke depan. Tentunya peristiwa Sambo menjadi pembenahan bagi Polri ke depan,” imbuhnya.

(nhd/gbr)