Komnas HAM Bandingkan Waktu di CCTV dan Cerita Terperiksa Kasus Brigadir J

Jakarta

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya akan mengecek konsistensi waktu di CCTV dan keterangan pihak-pihak yang sudah diperiksa terkait baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Anam mengatakan konsistensi waktu dan keterangan terperiksa berpengaruh pada hasil akhir.

“Agenda hari ini bekerja secara internal untuk ngecek semua data. Kita sudah mulai cek semua data untuk khususnya soal konsistensi waktu, kan ada CCTV, ada keterangan, ada macam-macam, itu konsistensi waktu akan kami cek, karena konsistensi waktu akan sangat menentukan kasus ini bagaimana,” kata Anam di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, Anam mengatakan akan memeriksa satu ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo yang tersisa pekan depan. Hal itu untuk menambah keterangan yang dinilai penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita juga lagi menyiapkan karena agenda Minggu depan ada pemeriksaan lagi, ada beberapa orang yang menurut kami juga penting untuk ditanya, salah satunya memang menambah soal ADC, terus beberapa orang itu akan kami mintakan keterangan,” katanya.

Anam mengatakan pemanggilan tersebut untuk melengkapi keterangan yang telah didapatkan dari pemeriksaan pihak lain sebelumnya. Dia mengatakan pemeriksaan itu diperlukan untuk melihat konsistensi cerita terkait baku tembak tersebut.

“Kan kemarin sudah ada nih beberapa keterangan, itu untuk melapis keterangan itu lagi, ngecek sehingga benar-benar apakah peristiwa itu satu dengan yang lain konsisten, satu dengan yang lain cocok gitu ya, cocok soal waktu, soal keterangan, soal konteks dan sebagainya yang itu sekarang sedang kami siapkan dua hari ini,” katanya.

Sebelumnya, baku tembak antara Brigadir Yoshua dan Bharada E terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Kapolri pun membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini.

Komnas HAM pun ikut mengusut kasus ini sebagai tim eksternal. Komnas HAM telah memeriksa sejumlah bukti terkait tewasnya Brigadir J. Di antaranya meminta keterangan tim forensik Mabes Polri terkait hasil autopsi, pada Senin (25/7).

Komnas HAM juga telah memeriksa ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E, pada Selasa (26/7). Terbaru, Komnas HAM memeriksa tim siber dan digital forensic terkait CCTV dan ponsel yang berkaitan dengan tewasnya Brigadir J, Rabu (27/7).

Pemeriksaan digital forensic tersebut akan dilanjutkan pada pekan depan. Anam mengatakan masih ada 20 persen lagi yang dibutuhkan untuk memperkuat sisi terangnya peristiwa tersebut.

“Ya ini sekitar tinggal 20 persen lagi yang kami butuhkan untuk memperkuat sisi-sisi terangnya peristiwa,” tuturnya.

Simak Video ‘Periksa 20 CCTV, Komnas HAM Pastikan Tak Ada Video yang Diedit':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)