Komnas HAM Masih Ingin Temui Istri Ferdy Sambo untuk Cek Informasi

Jakarta

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan, tim yang terdiri atas Komnas HAM dan Komnas Perempuan telah memeriksa istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Namun, dari pemeriksaan itu, Taufan mengatakan masih ada yang perlu untuk didalami kembali.

“Ya mereka (tim Komnas HAM dan Komnas Perempuan) sudah berhasil mendalami, tapi belum sepenuhnya. Jadi tetap akan coba lagi nanti dengan tim Komnas HAM yang perempuan untuk kembali mengkroscek keterangan-keterangan dari PC,” kata Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Taufan mengatakan pihaknya ingin bertemu lagi dengan Putri. Dia menyebut pihaknya sedang mengupayakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya diusahakan walaupun ya mereka sedang upayakan, kan sekarang sedang dalam perawatan. Jadi harus koordinasi dengan tim kesehatannya,” katanya.

Sementara itu, Taufan mengatakan tetap akan memberikan hasil rekomendasi terkait obstruction of justice kepada Mabes Polri pekan ini. Dia menyebut pemeriksaan ulang PC tidak berpengaruh dengan hasil rekomendasi tersebut.

“Untuk laporan karena fokus obstruction of justice itu sudah cukup, cuma kan ada keinginan untuk mendalami peristiwa-peristiwa lain yang di Magelang itu,” katanya.

Sebelumnya, Komnas HAM dan Komnas Perempuan telah bertemu dengan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Pertemuan itu dilakukan sekitar tiga hari lalu, Sabtu (20/8).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pertemuan itu diwakili tim yang dibentuk oleh Komnas HAM bersama Komnas Perempuan. Dia menyebut saat ini pihaknya akan bertemu dengan Komnas Perempuan untuk membicarakan hasil pertemuan.

“Nggak. Mereka (Komnas Perempuan) baru sampaikan tadi malam dari RDP, saya baru dapat laporan. Makanya saya mau minta Ketua Komnas Perempuan kemari,” kata Taufan kepada wartawan, Selasa (23/8).

Diketahui, pada Jumat (19/8) Polri menetapkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC), sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Total telah ada lima tersangka dalam kasus ini.

Putri dianggap terlibat dalam terkait tewasnya Brigadir J. Putri berperan mengikuti skenario awal yang telah dirancang oleh Ferdy Sambo.

(zap/zap)