Komnas HAM Sampaikan Laporan Investigasi Kasus Yosua ke Polri Pekan Ini

Jakarta

Komnas HAM akan memberikan laporan dari hasil investigasi kasus Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke Mabes Polri. Laporan itu rencananya disampaikan ke Polri pekan ini.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik berharap pada Jumat (26/8/2022) nanti Komnas HAM bisa menyampaikan laporan yang berisi rekomendasi kasus Brigadir Yosua itu. Komnas HAM saat ini masih menunggu waktu pasti dari Polri.

“Laporan yang lebih singkat dan dalam waktu dekat mungkin tergantung Pak Kapolri, mudah-mudahan hari Jumat (26/8) kita bisa konferensi pers bersama dengan Mabes Polri,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taufan mengatakan untuk laporan lengkap nantinya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI. Saat ini pihaknya masih menyusun laporan singkat terlebih dahulu untuk diserahkan ke Mabes Polri.

“Kami sedang menyiapkan laporan akhir yang itu nanti akan diserahkan kepada Presiden dan DPR RI sebagaimana amanat UU Nomor 39 Tahun 1999, tapi sebelum itu kami akan menyampaikan laporan yang lebih singkat dan lebih teknis, mudah-mudahan dalam minggu ini kami akan serahkan,” katanya.

Lebih lanjut Taufan mengatakan laporan itu juga akan menyertakan rekomendasi yang diberikan berisi hasil-hasil penyelidikan, salah satunya adanya obstruction of justice. Menurutnya, rekomendasi itu, nantinya bisa digunakan Polri jika menghadapi kasus serupa.

“Kita tahu ada banyak peristiwa-peristiwa dari sejak awal, yang kita sebut sebagai obstruction of justice itu yang tentu saja Komnas HAM akan menyampaikan rekomendasi salah satunya bagaimana fokus kepada bagaimana rekomendasi obstruction of justice untuk kasus ini apabila ada kasus serupa di mana ada aparat kepolisian terlibat dalam kasus tindak pidana seperti ini,” katanya.

Taufan mengatakan konferensi pers nanti sebagai bentuk mengakhiri tugas Komnas HAM dalam menyelidiki kasus Brigadir J. Dia mengatakan nantinya Komnas HAM hanya akan melakukan pengawasan hingga sampai ke persidangan.

“Kita harap ada konferensi pers bersama untuk mengakhiri tugas Komnas HAM yang selama ini sudah melakukan penyelidikan dan pemantauan. Tinggal nanti kita melakukan pengawasan tahapan-tahapan selanjutnya sampai ke tingkat persidangan,” tuturnya.

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi

Pada Jumat (8/7), Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Sedangkan peran Putri adalah mengikuti skenario awal yang telah dirancang Sambo.

Simak juga video ‘Tanda Tanya Keberadaan Samsung S8 Milik Brigadir J’:

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zap)