Kontrak Guru WB Tunggu Wewenang UPK

kontrak guru wb tunggu wewenang upk

UPK Atur Guru WB di Sekolah Negeri

PURWOKERTO-Permasalahan kekurangan guru dirasakan di kalangan jenjang sekolah dasar (SD). Salah satunya di Sd Negeri 8 Kranji. Di sekolah ini terdapat enam guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua guru Wiyata Bakti (WB). Namun, pada bulan Desember mendatang, salah satu guru PNS akan memasuki masa pensiun. Hal ini menimbulkan kekurangan guru semakin terasa.

Kepala Sekolah SD Negeri 8 Kranji, Sri Rahayu Puji Astuti SPd.SD mengatakan, pihaknya masih kebingungan untuk mencari guru pengganti. Di sisi lain, untuk guru Pendidikan Agama juga masih mengandalkan guru pengampu dari sekolah lain.

“Kekurangannya terutama untuk guru agama. Saat ini kami masih menggunakan guru pengampu dari SD Negeri 4 Kranji,” jelasnya.

kontrak guru wb banyumas tunggu wewenang upk

Ia melanjutkan, untuk saat ini guru WB yang berada di sekolahnya mengajar di kelas 1 dan 3. Meski begitu, satu guru PNs akan pensiun karena masa kerjanya sudah berakhir. “Ini yang menimbulkan keresahan kami, sementara kami belum ada guru WB lagi,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak dapat serta merta merekrut guru WB di sekolahnya. Pasalnya lanjutnya, kepala sekolah tak dapat mengangkat guru WB.

“Kami hanya bisa tunggu dari UPK apakah nantinya ada guru WB yang ditugaskan di sekolah ini. Karena untuk guru WB, UPK yang mengatur. Kalau sudah pasti ada guru yang ditugaskan di sekolah baru kami melakukan kontrak,”jelasnya.

Sementara terkait kontrak guru WB, pihaknya sudah melaksanakan kontrak tersebut.

“Ya kami sudah melakukan kontrak terhadap guru WB, nantinya akan diperpanjang setiap tahun. Bagaimanapun juga, kami tetap membutuhkan guru WB,” terangnya.

Sebelumnya keresahan dirasakan kalangan guru senior, pasalnya sebanyak 1381 guru PNS pada tahun 2017-2020 memasuki masa pensiun.

Sebelumnya, Ketua PGRI Banyumas, Takdir Widagdo mengatakan, persoalan kekurangan guru harus bisa segera diselesaikan. Apalagi ini menyangkut nasib peserta didik yang akan menjadi generasi penerus. Dalam mengatasi persoalan kekurangan guru pada jenjang SD, lanjut dia, saat ini yang dilakukan hanya dengan melakukan sistem tambal sulam.

Menurut dia, keberadaan guru wiyata bakti membantu dalam mengatasi persoalan kekurangan guru. Maka dari itu, pemerintah perlu segera mengangkat mereka, apalagi tidak sedikit di antara mereka yang sudah mengabdi cukup lama. (ali/ttg)

Sumber: