KPAI: Setop Sebar Foto dan Bully Anak-anak Irjen Ferdy Sambo

Jakarta

Foto-foto keluarga, termasuk anak-anak Irjen Ferdy Sambo, tersebar di media sosial sejak kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Yosua atau Brigadir J mencuat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat tidak menyebarkan kembali foto tersebut dan tidak melakukan bullying terhadap anak-anak Irjen Ferdy Sambo.

“Terkait beredarnya foto anak yang diduga anak Irjen FS, kami berharap agar masyarakat tidak memviralkan foto dimaksud dan tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun,” kata Ketua KPAI Susanto dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

Susanto meminta masyarakat tidak melakukan pem-bully-an terhadap anak-anak Irjen Ferdy Sambo. Ini semata-mata demi melindungi hak-hak anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini semata-mata agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, setop bullying, anak terlindungi, Indonesia maju,” imbuhnya.

Bicara mengenai bullying, Susanto mengatakan bullying bisa terjadi karena berbagai faktor. Tetapi apa pun alasannya, bullying tidak dapat dibenarkan.

“Apa pun alasannya, bullying tidak dapat dibenarkan dan siapa pun orangnya tidak boleh melakukan bullying, kapan pun dan di mana pun,” lanjutnya.

Sekadar informasi, Irjen Ferdy Sambo dan istri dikaruniai 3 anak. Salah satu anaknya yang bontot masih berusia 16 tahun.

Psikologis Istri Ferdy Sambo Terguncang

LPSK menjadwalkan melakukan asesmen terhadap istri Irjen Ferdy Sambo terkait baku tembak yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah singgah mereka. Namun asesmen itu batal karena kondisi psikologis istri Irjen Ferdy Sambo disebut masih terguncang.

“Yang Ibu P ada surat dari kuasa hukumnya menyatakan Ibu P belum bisa memenuhi undangan karena situasi psikologisnya masih terguncang,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi, Kamis (28/7/2022).

Edwin menyebut pihak istri Irjen Ferdy Sambo juga menyertakan surat dari psikolog Polri. Dia mengatakan surat itu berisi kesimpulan dari pemeriksaan psikologis istri Irjen Ferdy Sambo.

“Mereka juga melampirkan surat dari psikolog Polri yang menyampaikan tentang kesimpulan dari hasil pemeriksaan psikologisnya sementara,” ucapnya.

Dia mengatakan LPSK telah bertemu dengan istri Irjen Ferdy Sambo. Menurutnya, pertemuan itu dilakukan setelah peristiwa baku tembak menewaskan Brigadir Yoshua terjadi pada Jumat (8/7).

“Sudah bertemu, tapi belum bisa dilakukan wawancara. Iya, sudah bertemu di hari Sabtu minggu pertama setelah Polri mengumumkan itu. Waktu itu kami ke rumah beliau,” ucapnya.

LPSK juga menjadwalkan pemeriksaan psikologis terhadap Bharada E hari ini. Namun pemeriksaan itu juga ditunda hingga minggu depan.

(mei/fjp)