KPK Roadshow ke UMP dan Alun-alun Purwokerto

kpk roadshow ke ump dan alun-alun purwokerto

komisi pemberantasan korupsi kpk mengajak semua elemen masyarakat
Kampanye anti korupsi

PURWOKERTO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak semua elemen masyarakat, termasuk dunia kampus di wilayah Kabupaten Banyumas untuk tetap menjaga semangat dalam melakukan tindakan antikorupsi di Indonesia.

“Mimpi kami di KPK dan seluruh masyarakat Indonesia, yakni Indonesia bebas dari korupsi. Di setiap tempat yang kami kunjungi atau singgahi, kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga semangat antikorupsi,” kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Dani Rustandi, roadshow bus KPK, Rabu (24/10).

Roadshow bus KPK di Alun-Alun Purwokerto dilakukan sore hari dan sebelumnya diisi pagelaran ebeg untuk menarik perhatian masyarakat. Rombongan KPK diterima oleh Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono.

Baca:
Bappedalitbang Terus Rancang Kota Baru

Selain dari ASN di lingkungan pemkab, kegiatan juga menghadirkan para pelajar dari sejumlah sekolah di Purwokerto. Bus KPK ditempatkan di tengah alun-alun, sehingga mudah di akses dari berbagai sudut.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas dipilihnya Banyumas sebagai salah satu tempat untuk kegiatan roadshow bus KPK jelajah negeri bangun integritas bangsa,” kata Sekda.

Dalam kesempatan mampir di Purwokerto, KPK juga deklarasi bersama di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Jika semangat menjaga antikorupsi makin banyak dilakukan dan terus tumbuh di semua lapisan masyarakat, termasuk kampus, maka semakin tidak ada tempat untuk melakukan praktik-praktik korupsi di negeri ini.

“Memberantas korupsi bukan tanggung jawab KPK saja, tapi tanggung jawab bersama. Lima atau 10 tahun, bahkan tiga tahun kedepan mungkin saja KPK tidak ada lagi, tapi kami berharap semangat menjaga antikorupsi itu harus selalu ada di hati masing-masing,” kata dia.

Pembacaan deklarasi yang dilakukan di halaman rektorat tersebut, diikuti ratusan mahasiswa dan pejabat kampus, dipimpin langsung oleh Rektor UMP, DrSyamsuhadi Irsyad.

Kemudian dilanjutkan penandatanganan komitmen antikorupsi di kain putih secara bergantian dan diakhiri dengan melihat secara langsung isi bus yang bisa memberikan akses informasi terkait peran dan kinerja KPK.

Syamsuhadi Irsyad, Rektror UMP mengatakan, korupsi yang telah terjadi secara meluas, sistemik, dan kolutif telah merugikan perekonomian nasional dan menghambat pembangunan nasional.

“Akibatnya, pengaruh korupsi semakin merata di berbagai bidang kehidupan publik, dengan risiko semakin jauh tercapainya kehendak negara dan bangsa Indonesia untuk bisa sejahtera,” kata dia.

Rektor mengatakan, kebanyakan manusia Indonesia menyatakan, salah satu faktor penentu kemiskinan nasional bukan kemiskinan struktural itu sendiri, melainkan kultur korupsi di negeri ini yang seolah tidak pernah bisa dicegah. (hkm/ttg)

Sumber: