KPU Banyumas Libatkan Kaum Milenial

kpu banyumas libatkan kaum milenial

kpu banyumas libatkan kaum milenial
Jadi Agen Informasi Kepemiluan

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas terus memaksimalkan waktu untuk memastikan Pemilu 2019 mendatang berjalan baik. Salah satunya dengan menggandeng organisasi pemuda untuk terlibat dalam kepemiluan.

Komisioner KPU Kabupaten Banyumas Yasum Surya Mentari mengatakan, KPU sengaja menyasar kaum milenial dalam menyebarkan informasi Pemilu 2019.

Menurutnya, anak muda dinilai merupakan generasi yang mudah menerima pesan. Selasa (27/11) kemarin, KPU juga menggelar kursus kepemiluan yang diikuti perwakilan kaum milenial dari beberapa elemen.

Surya menuturkan, generasi muda bisa menjadi agen potensial. Yakni dengan penguasaan media yang dianggap lebih update. Dengan ini, KPU menjadikan kaum milenial atau generasi muda ini sebagai agen KPU dalam menyebarkan informasi kepemiluan.

“Dan kegiatan ini (kursus) nantinya akan dipublikasi oleh kaum milenial (peserta kursus), dan mendistribusi informasi yang diperoleh kepada teman-teman yang seumuran,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, KPU membekali peserta ini agar dapat menjadi badan adhoc, seperti PPK, PPS, ataupun KPPS.

Peran pemuda dalam Pemilu, jelasnya, menjadi target KPU Banyumas untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih muda. Dengan ini KPU ingin mendongkrak jumlah partisipasi pemilih melalui kesadaran yang dibangun oleh kaum milenial.

KPU juga ingin meminimalisir angka apatisme di kalangan pemilih muda. Hal ini, kata dia, karena generasi muda adalah ujung tombak proses pembangunan demokratisasi di Indonesia. Untuk itu KPU merangsang dengan kegiatan sosialisasi seperti kursus kepemiluan.

Ia menjelaskan, kursus ini bertujuan untuk membangun kesadaran pemilih. “Selain itu juga untuk membuka wawasan terkait proses kepemiluan yang sedang dilaksanakan KPU,” katanya.

Dalam acara yang diikuti oleh Organisasi kepemudaan, diantaranya HMI, GP Ansor, Pemuda Hindu, Fatayat, Mahasiswa, dan organisasi kepemudaam lainnya itu, Surya menjelaskan, KPU menghadirkan dua narasumber. Yang pertama dari Akademisi Unsoed, Indaru S N yang menyampaikan materi berkaitan dengan pemilu, demokrasi, dan hak kedaulatan masyarakat dalam Pemilu. Dan yang kedua, dari pemerhati kepemiluan sekaligus mantan Komisioner KPU Banyumas FA Agus Wahyudi.

Selanjutnya KPU akan menggelar kembali kursus kepemiluan. Dan KPU telah mendesain pesertanya. Untuk gelombang II, peserta kursus berasar dari pegiat media sosial atau netizen. Sedangkan untuk gelombang ketiga, KPU akan melibatkan pekerja sosial diantaranya aktivis di organisasi perempuan dan organisasi gerakan mahasiswa.

Desain ini dilakukan agar peserta nantinya dapat menjadi agen KPU Banyumas dalam sosialisasi Pemilu. Yakni dengan membuka ruang-ruang diskusi, dan menyampaikan informasi terkait tahapan kepemiluan di banyumas. Sehingga dapat menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab pemilih dalam menentukan pilihannya saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiadi dalam kursus yang diadakan di Aula Kantor KPU Banyumas berpesan kepada peserta agar setelah menjadi alumni dari kursus kepemiluan ini mereka menjadi agen informasi kepemiluan bagi masyarakat di sekitar. “Serap ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya dan teruskan informasi itu ke seluruh masyarakat,” tutur Imam dalam sambutan pembukaannya.

Selain itu, Imam juga menyampaikan bahwa tujuan lain dari kegiatan ini adalah agar alumni peserta kursus dapat berperan sebagai penyelenggara Pemilu.Jelang waktu pemungutan suara, lanjutnya, akan ada pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bisa diikuti oleh peserta. Atau setidaknya bisa menjadi Relawan Demokrasi (Relasi) yang rencananya akan diadakan di awal tahun 2019.(ing/bay)

Sumber:

KPU Banyumas Libatkan Kaum Milenial

kpu banyumas libatkan kaum milenial

kpu banyumas libatkan kaum milenial
Jadi Agen Informasi Kepemiluan

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas terus memaksimalkan waktu untuk memastikan Pemilu 2019 mendatang berjalan baik. Salah satunya dengan menggandeng organisasi pemuda untuk terlibat dalam kepemiluan.

Komisioner KPU Kabupaten Banyumas Yasum Surya Mentari mengatakan, KPU sengaja menyasar kaum milenial dalam menyebarkan informasi Pemilu 2019.

Menurutnya, anak muda dinilai merupakan generasi yang mudah menerima pesan. Selasa (27/11) kemarin, KPU juga menggelar kursus kepemiluan yang diikuti perwakilan kaum milenial dari beberapa elemen.

Surya menuturkan, generasi muda bisa menjadi agen potensial. Yakni dengan penguasaan media yang dianggap lebih update. Dengan ini, KPU menjadikan kaum milenial atau generasi muda ini sebagai agen KPU dalam menyebarkan informasi kepemiluan.

“Dan kegiatan ini (kursus) nantinya akan dipublikasi oleh kaum milenial (peserta kursus), dan mendistribusi informasi yang diperoleh kepada teman-teman yang seumuran,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, KPU membekali peserta ini agar dapat menjadi badan adhoc, seperti PPK, PPS, ataupun KPPS.

Peran pemuda dalam Pemilu, jelasnya, menjadi target KPU Banyumas untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih muda. Dengan ini KPU ingin mendongkrak jumlah partisipasi pemilih melalui kesadaran yang dibangun oleh kaum milenial.

KPU juga ingin meminimalisir angka apatisme di kalangan pemilih muda. Hal ini, kata dia, karena generasi muda adalah ujung tombak proses pembangunan demokratisasi di Indonesia. Untuk itu KPU merangsang dengan kegiatan sosialisasi seperti kursus kepemiluan.

Ia menjelaskan, kursus ini bertujuan untuk membangun kesadaran pemilih. “Selain itu juga untuk membuka wawasan terkait proses kepemiluan yang sedang dilaksanakan KPU,” katanya.

Dalam acara yang diikuti oleh Organisasi kepemudaan, diantaranya HMI, GP Ansor, Pemuda Hindu, Fatayat, Mahasiswa, dan organisasi kepemudaam lainnya itu, Surya menjelaskan, KPU menghadirkan dua narasumber. Yang pertama dari Akademisi Unsoed, Indaru S N yang menyampaikan materi berkaitan dengan pemilu, demokrasi, dan hak kedaulatan masyarakat dalam Pemilu. Dan yang kedua, dari pemerhati kepemiluan sekaligus mantan Komisioner KPU Banyumas FA Agus Wahyudi.

Selanjutnya KPU akan menggelar kembali kursus kepemiluan. Dan KPU telah mendesain pesertanya. Untuk gelombang II, peserta kursus berasar dari pegiat media sosial atau netizen. Sedangkan untuk gelombang ketiga, KPU akan melibatkan pekerja sosial diantaranya aktivis di organisasi perempuan dan organisasi gerakan mahasiswa.

Desain ini dilakukan agar peserta nantinya dapat menjadi agen KPU Banyumas dalam sosialisasi Pemilu. Yakni dengan membuka ruang-ruang diskusi, dan menyampaikan informasi terkait tahapan kepemiluan di banyumas. Sehingga dapat menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab pemilih dalam menentukan pilihannya saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiadi dalam kursus yang diadakan di Aula Kantor KPU Banyumas berpesan kepada peserta agar setelah menjadi alumni dari kursus kepemiluan ini mereka menjadi agen informasi kepemiluan bagi masyarakat di sekitar. “Serap ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya dan teruskan informasi itu ke seluruh masyarakat,” tutur Imam dalam sambutan pembukaannya.

Selain itu, Imam juga menyampaikan bahwa tujuan lain dari kegiatan ini adalah agar alumni peserta kursus dapat berperan sebagai penyelenggara Pemilu.Jelang waktu pemungutan suara, lanjutnya, akan ada pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bisa diikuti oleh peserta. Atau setidaknya bisa menjadi Relawan Demokrasi (Relasi) yang rencananya akan diadakan di awal tahun 2019.(ing/bay)

Sumber: