Kunjungan Puan Dinilai Bentuk Protes PDIP ke Paloh soal Bacapreskan Ganjar

Jakarta

Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak mesra dengan Ketum NasDem Surya Paloh saat berkunjung ke markas NasDem. Puan bahkan sempat berpelukan dengan Surya Paloh. Namun apa sebetulnya maksud kunjungan itu?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai ada 3 hal yang bisa dinilai dari kunjungan Puan Maharani ke Surya Paloh. Salah satunya, kata dia, upaya PDIP menghilangkan spekulasi bermusuhan dengan NasDem.

“Saya kira pertemuan ini ingin mengamputasi spekulasi liar bahwa PDIP dan NasDem sedang berkonflik, berjarak, dan saling berkonfrontasi. Karena memang belakangan ini sering terjadi aksi saling sindir bahkan saling serang antar kedua elite partai. Pertemuan Puan dan Paloh menegaskan bahwa yang terjadi baru-baru ini hanyalah dinamika politik biasa antarteman koalisi,” kata Adi saat dihubungi, Senin (22/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, dia menilai upaya menghapus citra PDIP bermusuhan dengan NasDem juga dibuktikan dari gimik berpelukan antara Puan dan Surya Paloh. Dia menilai gimik itu sebagai titik balik harmonisasi kedua partai.

“Pelukan Puan dan Paloh sebagai titik balik harmonisasi hubungan kedua petai setelah sekian lama perang dingin. Apalagi sebelum pertemuan hari ini Puan menyebut Paloh sebagai senior, sahabat ibunya, yang tentunya dihormati. Ini semacam pintu bulan madu kedua antara PDIP dan NasDem,” jelasnya.

pakar politik adi prayitnoPakar Politik Adi Prayitno Foto: Pakar Politik Adi Prayitno (Dok. Istimewa)

Kemudian, Adi menilai alasan kedua kunjungan Puan ke Surya Paloh yakni untuk mempertegas posisi kedua partai di Pemilu 2024. Dia melihat seperti ada kesan tawaran kepada PDIP untuk bergabung NasDem dengan syarat NasDem menjadi king maker.

“NasDem terlihat ingin jadi king maker dan ingin majukan Anies Baswedan sebagai capres. Sepertinya ini proposal NasDem yang disodorkan ke PDIP sebagai syarat bisa jalan bersama kembali. Jika PDIP terima klausul ini, tentu kedua partai bisa kembali berkoalisi. Tapi jika ditolak kedua partai bisa pisah jalan,” ucapnya.

“Intinya, NasDem tak mau seperti Pilpres 2014 dan 2019 yang selalu ikut jagoan dan keputusan PDIP. Di 2024 NasDem ingin powerfull usung capres sendiri,” lanjut dia.

Simak juga video ‘Paloh: Rakernas Tempatkan Ganjar, Tapi Kedatangan Puan Juga Kita Lihat’:

[Gambas:Video 20detik]

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.