Kuota Elpiji Tambah 15 Persen

kuota elpiji tambah 15 persen

foto aPURWOKERTO – Tahun lalu, di Kabupaten Banyumas sempat terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Agar tidak terjadi hal serupa, tahun ini pemkab menambah kuota elpiji 3 kilogram menjadi 14.624.999 tabung. Jumlah tersebut naik 15 persen dari tahun lalu yang hanya mendapat kuota 12.717.390 tabung.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Banyumas Anton Adi Wahyono mengatakan, penambahan kuota elpiji dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemenuhan stok elpiji sepanjang tahun 2016.

“Itu untuk antisipasi saja, karena nyatanya saat ini masih melimpah di pasaran,” katanya.

Seperti diketahui, tahun 2015 lalu di beberapa wilayah sempat terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Hal itu dikarenakan distribusi yang dinilai tidak merata.

Anton mengatakan, dengan adanya penambahan kuota, diharapkan bisa mengantisipasi permasalahan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Sehingga kebutuhan masing-masing rumah tangga dapat terpenuhi setiap harinya.

“Kebutuhan tabung elpiji 3 kilogram per harinya mencapai 37 ribu tabung. Dengan adanya penambahan ini, diharapkan stok di pasaran tetap aman,” katanya.

Tidak hanya itu, penambahan kuota juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tabung elpiji 3 kilogram pada hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran dan Natal di tahun 2016.

Dari data tahun 2015 lalu, menjelang hari raya keagamaan, permintaan elpiji 3 kilogram mengalami peningkatan per harinya, yaitu mencapai 300-400 persen. “Dengan tambahan ini, kita jamin kebutuhan elpiji sepanjang tahun ini dapat terpenuhi,” jelasnya.

Sementara untuk permasalahan harga, sudah bisa dikendalikan berdasarkan SK Gubernur. Menurutnya, harga maksimal satu tabung elpiji 3 kilogram di masyarakat mencapai Rp 18 ribu. Sedangkan harga di pangkalan Rp 15.500 per tabungnya.

“Untuk harga kita akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan setiap waktunya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi permainan harga yang dilakukan oleh pengecer,” jelasnya. (bay/sus)

Sumber: