Lansia Ujian Paket A: Belajar Bareng Cucu, Ujian Dikawal Rombongan

lansia ujian paket a: belajar bareng cucu, ujian dikawal rombongan

PURWOKERTO – Semangat 15 lansia yang mengikuti ujian paket A ini patut dicontoh. Meskipun sudah berusia lanjut, semangat belajar mereka tidak kalah dengan anak muda.

 semangat : usia boleh tua, namun para lansia ini tetap semangat mengerjakan soal ujian paket a, kemarin - dimas prabowo/radarmas

Tekun mengerjakan soal, itulah pemandangan yang terlihat saat ujian kejar paket A di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kalibagor, Rabu (18/5) kemarin. Ternyata tidak hanya semangat saat mengerjakan soal saja, namun semangat mereka menyala sebelum ujian. Itulah yang diungkapkan cucu mereka saat menunggu neneknya mengerjakan soal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Salah satu cucu peserta, Elis mengatakan, kedatangannya ke SKB untuk mengantarkan sekaligus menunggu neneknya yang sedang mengikuti ujian. Ternyata kedatangannya tidak hanya dengan nenek dan sopir, namun ada beberapa anggota keluarga lain yang ikut mengantarkan nenek berusia 68 tahun tersebut.

“Kakak juga mengantar nenek, tadi berangkat bareng-bareng pakai mobil,” katanya.

Untuk membantu neneknya mengerjakan soal, Elis mengaku mengajari neneknya belajar. Karena untuk mata pelajaran yang diajarkan sama dengan pelajaran reguler. “Biasanya kalau malam, nenek belajar sesuai dengan pelajaran besok yang diujikan,” ujarnya.

Hal lain juga dikatakan Mutiah. Siswa kelas 2 SD ini juga sedang menunggu ibunya yang sedang mengerjakan ujian. Kedatangan dari Desa Suro, rombongan bersama dengan peserta lain dengan menyewa mobil.

Salah satu peserta berusia 68 tahun, Karsini mengatakan, meskipun sudah susah melihat namun dia tetap semangat mengerjakan soal. Selain untuk mengisi kegiatan sehari-hari, kegiatan belajar mengajar tersebut untuk menambah ilmu pengetahuan.

Karsini mengakui dalam mengerjakan soal memang tidak lancar seperti orang usia produktif. Namun dia tetap ingin mengerjakan sebaik-baiknya. “Matanya sudah kabur, kadang tulisan menjadi dua. Jadi saat mengerjakan lambat,” terangnya.

Mengenai soal yang dianggap paling susah, kata nenek tujuh cucu ini, tingkat kesulitan sama. “Semua sulit, tapi sudah ada latihan-latihan yang dilakukan. Jadi sedikit terbantu,” katanya.

Penyelenggaran Kesetaran Paket A, Suki Rahayu mengatakan, ujian paket A dipusatkan di satu tempat yakni SKB Kalibagor. Total jumlah peserta didik 20 orang, 15 orang berasal dari SKB dan sisanya dari tempat lain. Namun karena tiga peserta tidak ikut ujian sekolah, sehingga total peserta sebanyak 17 orang.

“Kalau tidak ikut ujian sekolah, peserta tidak lulus. Jadi mereka yang tidak ikut ujian sekolah, tidak datang selama tiga hari ini,” terangnya.

Diakui, meskipun lansia semangat mereka untuk belajar tidak kalah dibandingkan yang muda. Hal itu juga terlihat saat mengikuti pelatihan. “Mereka semangat sekali untuk belajar,” ujarnya..

Untuk proses belajar mengajar, kata dia, tidak dilakukan di SKB melainkan di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor. Kegiatan belajar dilakukan seminggu tiga kali dengan pendidik yang ditunjuk dari Dinas Pendidikan.

“Karena dipusatkan di satu desa, saat ujian mereka beramai-ramai menyewa mobil untuk ikut ujian disini,” katanya disela-sela ujian. (*/sus)

Sumber:

Lansia Ujian Paket A: Belajar Bareng Cucu, Ujian Dikawal Rombongan

lansia ujian paket a: belajar bareng cucu, ujian dikawal rombongan

PURWOKERTO – Semangat 15 lansia yang mengikuti ujian paket A ini patut dicontoh. Meskipun sudah berusia lanjut, semangat belajar mereka tidak kalah dengan anak muda.

 semangat : usia boleh tua, namun para lansia ini tetap semangat mengerjakan soal ujian paket a, kemarin - dimas prabowo/radarmas

Tekun mengerjakan soal, itulah pemandangan yang terlihat saat ujian kejar paket A di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kalibagor, Rabu (18/5) kemarin. Ternyata tidak hanya semangat saat mengerjakan soal saja, namun semangat mereka menyala sebelum ujian. Itulah yang diungkapkan cucu mereka saat menunggu neneknya mengerjakan soal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Salah satu cucu peserta, Elis mengatakan, kedatangannya ke SKB untuk mengantarkan sekaligus menunggu neneknya yang sedang mengikuti ujian. Ternyata kedatangannya tidak hanya dengan nenek dan sopir, namun ada beberapa anggota keluarga lain yang ikut mengantarkan nenek berusia 68 tahun tersebut.

“Kakak juga mengantar nenek, tadi berangkat bareng-bareng pakai mobil,” katanya.

Untuk membantu neneknya mengerjakan soal, Elis mengaku mengajari neneknya belajar. Karena untuk mata pelajaran yang diajarkan sama dengan pelajaran reguler. “Biasanya kalau malam, nenek belajar sesuai dengan pelajaran besok yang diujikan,” ujarnya.

Hal lain juga dikatakan Mutiah. Siswa kelas 2 SD ini juga sedang menunggu ibunya yang sedang mengerjakan ujian. Kedatangan dari Desa Suro, rombongan bersama dengan peserta lain dengan menyewa mobil.

Salah satu peserta berusia 68 tahun, Karsini mengatakan, meskipun sudah susah melihat namun dia tetap semangat mengerjakan soal. Selain untuk mengisi kegiatan sehari-hari, kegiatan belajar mengajar tersebut untuk menambah ilmu pengetahuan.

Karsini mengakui dalam mengerjakan soal memang tidak lancar seperti orang usia produktif. Namun dia tetap ingin mengerjakan sebaik-baiknya. “Matanya sudah kabur, kadang tulisan menjadi dua. Jadi saat mengerjakan lambat,” terangnya.

Mengenai soal yang dianggap paling susah, kata nenek tujuh cucu ini, tingkat kesulitan sama. “Semua sulit, tapi sudah ada latihan-latihan yang dilakukan. Jadi sedikit terbantu,” katanya.

Penyelenggaran Kesetaran Paket A, Suki Rahayu mengatakan, ujian paket A dipusatkan di satu tempat yakni SKB Kalibagor. Total jumlah peserta didik 20 orang, 15 orang berasal dari SKB dan sisanya dari tempat lain. Namun karena tiga peserta tidak ikut ujian sekolah, sehingga total peserta sebanyak 17 orang.

“Kalau tidak ikut ujian sekolah, peserta tidak lulus. Jadi mereka yang tidak ikut ujian sekolah, tidak datang selama tiga hari ini,” terangnya.

Diakui, meskipun lansia semangat mereka untuk belajar tidak kalah dibandingkan yang muda. Hal itu juga terlihat saat mengikuti pelatihan. “Mereka semangat sekali untuk belajar,” ujarnya..

Untuk proses belajar mengajar, kata dia, tidak dilakukan di SKB melainkan di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor. Kegiatan belajar dilakukan seminggu tiga kali dengan pendidik yang ditunjuk dari Dinas Pendidikan.

“Karena dipusatkan di satu desa, saat ujian mereka beramai-ramai menyewa mobil untuk ikut ujian disini,” katanya disela-sela ujian. (*/sus)

Sumber: