Lima Sekolah di Banyumas Rusak Terdampak Gempa

lima sekolah di banyumas rusak terdampak gempa

BPBD Sebut 111 Bangunan Rusak

PURWOKERTO-Gempa Tasikmalaya dengan kekuatan 6,9 Skala Richter juga berdampak pada sejumlah bangunan pendidikan di Kabupaten Banyumas. Data dari Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas, ada lima sekolah yang rusak akibat bencana gempa bumi tersebut.

Kasi Sarpras Sekolah Dasar (SD), Gunadi kepada Radarmas Senin (18/12) kemarin mengatakan, saat ini pihaknya mendapat laporan mengenai kerusakan dari empat sekolah dasar (SD).

tembok keliling sdn 1 sibalung kemranjen roboh akibat gempaTembok keliling sdn 1 sibalung kemranjen roboh akibat gempa

“Saat ini baru mendapat empat laporan kerusakan akibat gempa. Empat sekolah ini seperti SD N 3 Karangpucung Tambak, SD N 2 Gebangsari Tambak, SD N 1 Sibalung Kemranjen, dan SD N Kedunguter Banyumas. Terus sebenarnya ada satu lagi laporan dari Pekuncen namun belum dapat dipastikan,” kata Gunadi.

Ia mengatakan, kerusakan yang dialami sekolah tersebut antara lain seperti pagar keliling roboh, plafon rusak, jendela pecah, dan tembok retak. Meski begitu jumlah tersebut dapat bertambah jika ada laporan lagi dari SD di wilayah Banyumas.

“Itu baru sementara, kami akan lakukan pengecekan lagi hari ini (kemarin). Data tersebut juga baru dilaporkan. Jika memang ada SD yang rusak akibat gempa, segera laporkan ke Dindik,” jelas Gunadi.

Dari data ini, nantinya akan dilaporkan ke Pemkab terkait biaya perbaikan. “sementara kami belum tahu dana darimana yang akan dialokasikan untuk perbaikan akibat gempa. Yang penting dilaporkan dulu, lalu kami akan melaporkannya ke Pemkab,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Sarpras SMP, Fadlan mengatakan pihaknya baru mendapatkan satu laporan akibat gempa bumi. “Baru ada satu laporan dari SMP N 1 Jatilawang. terkait untuk perbaikan ada rencana perbaikan dialihkan ke BPBD Banyumas, namun rencana itu juga belum pasti. Ini kami juga akan melakukan pengecekan terlebih dahulu,” terangnya.

111 Bangunan Rusak, Kerugian Rp 812 Juta

Sementara Data Dari BPBD Banyumas hingga Senin (18/12), ada 111 bangunan yang mengalami kerusakan.

“Data kemungkinan masih bisa bertambah karena ada yang belum terdata, atau ada warga yang belum lapor ke kepala desa,” ujar Bagian Data dan Informasi BPBD Kabupaten Banyumas, Ari Junianto atau yang biasa disapa Arjun.

Meskipun kerusakan yang dialami warga masuk kategori ringan, Arjun mengharapkan tetap melapor ke kepala desa. Sebab itu masuk kategori dampak bencana. Adapun rincian dari kerusakan bangunan tersebut, 66 untuk rusak ringan, 21 kerusakan sedang, 19 rusak berat, dan lima bangunan roboh.

Kerusakan bangunan tidak hanya untuk tempat tinggal, ada juga sekolah, tempat ibadah, dan rumah sakit.

“Tapi kerusakannya didominasi dengan tempat tinggal,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk total nilai kerusakan dari dampak gempa tersebut mencapai Rp 812.100.000 hingga Senin (18/12), dan diprediksi juga akan ada tambahan.

Arjun menambahkan, tindak lanjut dari BPBD saat ini memantau jika ada dampak lainnya, serta memberikan bantuan bahan pangan. Untuk beberpa warga mengungsi di tempat tinggal sanak saudaranya, karena tidak berkenan dibuat tenda pengungsian. (ali/why/ttg)

Sumber: