Lini Masa Eliezer Hadap Kapolri, Sambo Dijemput, hingga Kebohongan Terbongkar

Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan awal mula Bharada Richard Eliezer mengubah kesaksian dalam kasus tewasnya Brigadir J. Sigit menyebut kesaksian itu berubah setelah Richard ditetapkan sebagai tersangka.

Tanggal 5 Agustus 2022

Sigit mengatakan Richard ditetapkan sebagai tersangka kasus Brigadir J pada 5 Agustus 2022. Penetapan tersangka itu atas laporan pengacara keluarga Brigadir Yosua.

“Tanggal 5 Agustus Richard ditetapkan tersangka atas laporan dari pengacara almarhum Yosua,” kata Sigit dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Richard disebut mengubah keterangan yang sebelumnya menyebut terjadi peristiwa tembak-menembak. Sigit mengatakan Richard kemudian mengubah kesaksian bahwa dia melihat Ferdy Sambo memegang senjata di depan jenazah Yosua yang sedang terkapar bersimbah darah.

“Yang bersangkutan saat itu menyampaikan perubahan terkait dengan pengakuan sebelumnya. Saat itu Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yosua terkapar, bersimbah darah, Saudara FS berdiri di depan memegang senjata lalu diserahkan kepada Saudara Richard,” ujar dia.

Atas perubahan keterangan itu, Timsus melaporkan hal itu ke Sigit. Sigit meminta agar Richard dibawa ke hadapannya. Saat itulah Sigit melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Richard.

“Saat itu Timsus melapor kepada saya dan saya minta menghadapkan Saudara Richard secara langsung. Kita tanyakan kenapa yang bersangkutan merubah, karena pada saat itu Saudara Richard mendapatkan janji dari Saudara FS akan membantu melakukan atau memberikan SP3 terhadap kasus yang terjadi, namun ternyata faktanya Richard tetap menjadi tersangka, sehingga kemudian atas dasar tersebut Richard menyampaikan akan mengatakan atau memberikan keterangan secara jujur dan terbuka,” kata dia.

“Dan ini juga yang kemudian merubah semua informasi awal dan keterangan yang diberikan saat itu,” imbuhnya.

Kemudian, Richard meminta pengacara baru dan tidak mau dipertemukan dengan Ferdy Sambo. Setelah pengakuan Richard itu, Timsus menjemput Ferdy Sambo.

“Richard minta disiapkan pengacara baru serta tidak mau dipertemukan dengan Saudara FS. Berangkat dari keterangan Saudara Richard, saat itu juga kami meminta salah satu anggota Timsus saat itu, Kadiv Tik untuk menjemput Saudara FS,” jelasnya.

Pada saat ditanya Timsus, Ferdy Sambo tetap berpegang pada keterangan awalnya. Untuk mempermudah pemeriksaan, Timsus kemudian mengurung Ferdy Sambo di Mako Brimob.

“Di saat awal FS masih belum mengakui, masih bertahan dengan keterangan awal dan berkat keterangan Saudara Richard akhirnya Timsus memutuskan untuk melakukan penempatan khusus itu Mako Brimob Polri,” tutur dia.

Tanggal 6 Agustus 2022

Pada 6 Agustus, Richard membuat keterangan mengenai apa yang terjadi terkait tewasnya Brigadir J. Hal itu disampaikan Richard melalui tulisan.

“Richard kemudian menuliskan keterangannya secara tertulis, di mana di situ menjelaskan secara urut mulai dari Magelang sampai dengan TKP Duren Tiga dan mengakui bahwa dirinya menembak Saudara Yosua atas perintah dari Saudara FS,” jelasnya.

Timsus kemudian menuangkan keterangan Richard ke dalam berita acara perkara (BAP). Setelah itu, Richard mengajukan perlindungan sebagai justice collaborator ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Keterangan tersebut tentunya kita tuangkan di dalam BAP dan saat itu juga Saudara Richard meminta perlindungan ke LPSK untuk menjadi justice collaborator,” tutur dia.

Simak selengkapnya pada halaman berikutnya.

Simak Video: Ternyata Kuat Ma’ruf Sempat Coba Kabur Usai Jadi Tersangka!

[Gambas:Video 20detik]