Litbang RSI Banjarnegara Edukasi Nakes Soal Vaksin

sibnews.info, Banjarnegara – Vaksin menjadi isu sensitif yang terus berkembang akhir -akhir ini. Vaksin oleh banyak ahli disebut sebagai solusi atas wabah pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Namun, ada juga keraguan sikap dari sejumlah tokoh bahkan mereka sampai menolak untuk menjadi objek vaksinasi.

Mengedukasi masyarakat berkaitan dengan vaksin covid-19 serta perkembangan, efek samping dan manfaatnya, RSI Banjarnegara menggelar Seminar Development, Effectivity, and Side Effect of Covid – 10 Vaccine, Kamis (19/2/2021). Kegiatan ini melibatkan narasumber dari tim Litbang RSI Banjarnegara, dr Nia Krisniawati Sp MK. Seminar diikuti oleh 15 perwakilan tenaga kesehatan.

“Kita memasukkan vaksin ke dalam tubuh dari virus yang dimatikan untuk memicu tubuh membuat imun, jadi tidak karena disuntikkan terus menjadi positif,” kata dr Nia di sela-sela seminar yang digelar di Aula Yayasan Jemahan Haji Banjarnegara.

Dosen fakultas Kedokteran Unsoed ini juga menyampaikan materi jenis-jenis vaksin dan karakteristiknya, manfaat yang diharapkan, juga termasuk efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Menurut dr Nia, tiap vaksin memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga selalu dibuatkan SPO dalam pengaplikasiannya pada masyarakat.

“Vaksin disuntikan, tubuh memerlukan waktu untuk membuat kekebalan, jadi tidak langsung berefek saat itu juga,” katanya.

Berkaitan dengan vaksin Sinovac untuk covid -19 yang masuk ke Indonesia, tidak serta merta membuat kebal. “Protokol kesehatan, tetap harus dilaksanakan,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada orang yang memperoleh vaksinasi Sinovac, resiko terinfeksi Covid-19 berkurang sebesar 65% dibandingkan jika tidak divaksinasi. Risiko terinfeksi Covid-19 pada orang yang memperoleh vaksinasi Sinovac adalah 0,35 kali risiko orang yang tidak divaksinasi.

“Artinya orang yang tidak divaksinasi Sinovac memiliki risiko terinfeksi Covid-19 sebesar 3 kali orang yang divaksinasi,” katanya.

Nugroho