LPAI Siap Beri Pendampingan Psikologis Anak Ferdy Sambo

Jakarta

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau dikenal sebagai Kak Seto meminta Polri melindungi dan memberi perhatian terhadap anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Dia menyebut LPAI siap memberi bantuan pelayanan pendidikan informal hingga pendampingan psikologis bagi anak pasangan tersebut.

“Kami sudah siap semua. Baik tenaga psikolog maupun tenaga pendidikan,” kata Kak Seto kepada wartawan, Senin (22/8/2022) malam.

Kak Seto mengatakan pendidikan informal yang telah disiapkan LPAI untuk anak Sambo dan Putri merupakan lembaga pendidikan ramah anak. Menurutnya, lembaga itu sudah 15 tahun bergerak melayani murid dengan sistem belajar informal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya kalau jalur pendidikan kami sudah menyiapkan suatu lembaga yang biasa menangani pendidikan informal maupun non formal, lembaga ini sudah biasa, bahkan lembaga ini sudah 15 tahun bergerak di bidang pendidikan itu,” tuturnya.

“Jadi memang lembaga yang sudah terbiasa menangani pendidikan informal yang ramah anak,” imbuhnya.

Dia mengatakan pendidikan informal itu nantinya bisa dilakukan dari jarak jauh atau daring. Dia menyebut pendidikan informal itu tak akan menyulitkan anak-anak.

“Itu bisa tetep jarak jauh sehingga anak tidak harus datang ke tempat pembelajaran ya, baik secara daring maupun dari tim tersebut juga bisa datang, dan itu semua sudah kami siapkan. Artinya kami sudah siap untuk melayani berbagai kasus anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” terangnya.

Lebih lanjut, Kak Seto mengatakan LPAI juga telah menyiapkan tenaga pendamping pskiologis untuk anak pasangan tersebut. Dia menegaskan LPAI siap memberi pelayanan kepada anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi jika diperlukan.

“Lalu untuk tenaga psikologinya juga sudah tim yang sering menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak,” ujar Kak Seto.

Awal Mula Kasus Tewasnya Brigadir J

Seperti diketahui, kasus tewasnya Brigadir J dipenuhi berbagai kejanggalan sejak awal mencuat. Brigadir J baru diketahui tewas setelah 3 hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE atau E) di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Atas kejanggalan-kejanggalan yang muncul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk membuat terangnya kasus ini. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya direkayasa.

Sampai saat ini, Polri sudah menetapkan 5 tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Ferdy Sambo berperan memerintah Bharada E menembak Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut. Sedangkan Bharada RE berperan menembak Brigadir J. Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban.

Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Empat tersangka ditahan, sementara polri belum melakukan penahanan terhadap Putri lantaran kondisi kesehatan.

Simak video ‘LPSK Sebut Polisi Tampilkan CCTV Ber-backsound Buat Lindungi Istri Sambo’:

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/zap)