Madrasah “Berebut” Dana Bangub

madrasah

Berlomba-Lomba Ajukan Proposal

PURWOKERTO – Madrasah yang ada di Kabupaten Banyumas berebut bantuan gubernur (bangub). Padahal hingga kini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas belum tahu bantuan yang diterima.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah Ibnu Asadudin mengatakan, bangub merupakan kewenangan langsung dari pemerintah provinsi. Sehingga Kemenag tidak mengetahui pasti berapa jumlah dana yang dialokasikan. Pengajuan bangub juga dilakukan langsung oleh madrasah ke provinsi.

“Selain tidak tahu jumlah pastinya, kami juga tidak mengetahui madrasah mana yang lolos seleksi,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, untuk pengajuan bangub dilakukan setiap triwulan. Setiap madrasah mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan dana. “Dengan adanya kebijakan ini, madrasah berlomba-lomba mengajukan proposal usulan ke pemerintah provinsi,” katanya.

Hal berbeda terlihat di Dinas Pedidikan Kabupaten Banyumas. Besaran bangub yang diterima Pemkab Banyumas sudah jelas yakni Rp 5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk seluruh jenjang pendidikan.

Kasi Sarana dan Prasarana Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Gunadi mengatakan, khusus jenjang pendidikan dasar, alokasi dana bangub digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya untuk kegiatan rehab ruang kelas dengan anggaran Rp 210 juta. Dana tersebut digunakan untuk rehab ruang kelas sebanyak tiga unit, baik pada jenjang SD dan SMP.

Selain itu, bangub juga digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung laboratorium sekolah. Besarnya anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 75 juta. ”Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan laboratorium di SMP 1 Banyumas,” tambahnya.

Untuk pengadaan mebelair sekolah dialokasikan sebesar Rp 40 juta. Tahun ini ada dua sekolah yang menerima yakni SDN 3 Pancasan Ajibarang dan SDN 2 Papringan Banyumas. Masing-masing sekolah menerima sekitar Rp 20 juta.

Selain itu, lanjut dia, dana bangub juga digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana sanitasi sekolah. Di Kabupaten Banyumas ada empat SD yang menerima. (ida/sus)

Sumber:

Madrasah “Berebut” Dana Bangub

madrasah

Berlomba-Lomba Ajukan Proposal

PURWOKERTO – Madrasah yang ada di Kabupaten Banyumas berebut bantuan gubernur (bangub). Padahal hingga kini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas belum tahu bantuan yang diterima.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah Ibnu Asadudin mengatakan, bangub merupakan kewenangan langsung dari pemerintah provinsi. Sehingga Kemenag tidak mengetahui pasti berapa jumlah dana yang dialokasikan. Pengajuan bangub juga dilakukan langsung oleh madrasah ke provinsi.

“Selain tidak tahu jumlah pastinya, kami juga tidak mengetahui madrasah mana yang lolos seleksi,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, untuk pengajuan bangub dilakukan setiap triwulan. Setiap madrasah mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan dana. “Dengan adanya kebijakan ini, madrasah berlomba-lomba mengajukan proposal usulan ke pemerintah provinsi,” katanya.

Hal berbeda terlihat di Dinas Pedidikan Kabupaten Banyumas. Besaran bangub yang diterima Pemkab Banyumas sudah jelas yakni Rp 5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk seluruh jenjang pendidikan.

Kasi Sarana dan Prasarana Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Gunadi mengatakan, khusus jenjang pendidikan dasar, alokasi dana bangub digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya untuk kegiatan rehab ruang kelas dengan anggaran Rp 210 juta. Dana tersebut digunakan untuk rehab ruang kelas sebanyak tiga unit, baik pada jenjang SD dan SMP.

Selain itu, bangub juga digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung laboratorium sekolah. Besarnya anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 75 juta. ”Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan laboratorium di SMP 1 Banyumas,” tambahnya.

Untuk pengadaan mebelair sekolah dialokasikan sebesar Rp 40 juta. Tahun ini ada dua sekolah yang menerima yakni SDN 3 Pancasan Ajibarang dan SDN 2 Papringan Banyumas. Masing-masing sekolah menerima sekitar Rp 20 juta.

Selain itu, lanjut dia, dana bangub juga digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana sanitasi sekolah. Di Kabupaten Banyumas ada empat SD yang menerima. (ida/sus)

Sumber: