Mahasiswa RI di AS Bantu Krisis Air NTT Pakai Teknologi Panel Surya

Jakarta

Matahari yang terik dan musim hujan yang singkat sudah menjadi makanan sehari-hari untuk masyarakat Indonesia bagian Timur, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Walaupun sudah terbiasa, kondisi alam ini sudah menimbulkan berbagai masalah bagi warga desa di NTT yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Terik matahari di siang hari membuat tanah cepat kering. Para petani terpaksa lebih sering melembabkan tanah demi memperoleh sesuap nasi.

Di kota besar seperti Kupang atau Atambua, mungkin sudah ada infrastruktur untuk mendapatkan akses air. Tetapi faktanya, setiap musim kemarau, Provinsi Nusa Tenggara Timur menghadapi krisis air bersih yang mencakup sebagian besar dari daerah tersebut. Persediaan air tawar juga semakin terbatas dikarenakan jarangnya hujan turun di daerah tersebut meskipun di musim hujan.

Oleh sebab itu, ide tim Solar Chapter muncul untuk memberdayakan teriknya matahari di NTT dengan menggunakan teknologi panel surya. Sekilas, solusi ini terlihat efisien dan sederhana. Tetapi, sistem panel surya memerlukan biaya tinggi dan hanya bisa dicapai oleh pemerintahan desa jika hasil panen makmur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modal pembangunan hanya dapat tercapai dengan memaksimalkan hasil panen. Namun, hasil panen tidak mungkin bisa terpenuhi tanpa akses air bersih. Ini merupakan sebuah dilema yang menghambat kemajuan desa-desa di NTT, salah satunya Desa Wekeke.

Selama ini, warga desa hanya mengandalkan pada kedua kaki mereka untuk mengambil air yang cukup dalam pemakaian satu hari. Akan tetapi, letak topografi Pulau NTT yang berbukit dan pembangunan yang kurang merata menyebabkan warga desa harus berjalan kaki selama 2-4 jam setiap hari ke mata air. Walaupun ada opsi untuk membeli air, tetapi harganya sangat tinggi sehingga mayoritas warga memilih untuk berjalan kaki.

Mengetahui hal ini, mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, tepatnya di University of Illinois at Urbana-Champaign, tergerak hatinya untuk membantu pembangunan desa-desa kecil di NTT. Pada tahun 2017, cabang Solar Chapter pertama dibangun di kampus UIUC oleh Mustika Wijaya dengan visi menjadi sarana nirlaba bagi muda mudi Indonesia untuk berkontribusi pada masyarakat yang kekurangan melalui metode yang berkelanjutan.

Sejak didirikan di tahun 2017, saat ini Solar Chapter memiliki beberapa cabang di universitas-universitas di Amerika Serikat, serta juga di negara lain seperti Australia, Hong Kong, dan Kanada. Solar Chapter ini berkonsep unik, yaitu memiliki bentuk seperti buku dimana memiliki beberapa bab atau chapter. Bab pertama selalu dimulai dengan proyek air, kemudian dilanjutkan ke bab kedua dengan proyek edukasi, dan bab ketiga diisi dengan proyek pembangunan komunitas.

mahasiswa ri di as bantu krisis air ntt pakai teknologi panel suryaFoto: Dok. Istimewa

Selain itu, hal yang dilakukan Solar Chapter antara lain penggalangan dana dan perancangan sistem pengaliran air yang termasuk sistem panel surya dan pompa tenaga surya. Setelah persiapan dan penggalangan dana dilakukan selama setahun, Solar Chapter cabang UIUC sukses mengerjakan proyek air di Desa Wekeke, Kab Malka, NTT.

“Kami sangat senang karena dapat mewujudkan mimpi warga desa untuk memperoleh akses air bersih di depan pintu rumah mereka. Tim kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek kami untuk memenuhi janji kepada warga desa Wekeke,” ujar Ketua Solar Chapter UIUC Stella Agatha, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8/2022).

Sistem yang dirancang Solar Chapter termasuk pembangunan sumur tanah, pompa tenaga surya, sistem panel surya dengan kebutuhan daya 6270 Wp, dan perpipaan sepanjang 2,1 km. Proyek ini juga mendapatkan bantuan dana dan barang dari perusahan ternama di industri perpipaan, seperti PT. Wahana Duta Jaya Rucika.

“Program WaterForWekeke ini mempunyai tujuan yang sejalan dengan Visi & komitmen Rucika untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan air yang efektif dengan mengalirkan air bersih dari hulu ke hilir.

“Harapannya adalah, dengan kemudahan akses air bersih ke masyarakat di Desa Wekeke ini akan mengalirkan kebahagiaan dan manfaat yang baik di setiap sendi kehidupan mereka,” ungkap Sandhy Kurniawan selaku Sales Development & Marketing Division Head PT Wahana Duta Jaya Rucika.

Proyek ini juga disponsori oleh PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk anggota dari KawanLama Group.

“Kami sangat mendukung berjalannya program WaterForWekeke ini. Selain sejalan dengan komitmen ACE untuk turut berperan aktif dalam menciptakan dampak positif, kegiatan ini juga seirama dengan misi Kawan Lama Group yaitu memberikan nilai tambah untuk kehidupan yang lebih baik. Selain memberi kemudahan, semoga hadirnya akses air bersih ini juga dapat mendorong perkembangan Desa Wekeke,” ungkap Teresa Wibowo, Selaku Direktur PT Ace Hardware Indonesia, Tbk.

Proses implementasi proyek yang memakan waktu 7 hari ini selesai menjelang hari perayaan kemerdekaan Indonesia dan sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat.

“Saya bersama masyarakat Desa Wekeke dimerdekakan karena tersalurkannya air bersih ke desa kami,” ujar Vitus Naikoan selaku Kepala Desa Wekeke yang sekarang dapat menikmati air bersih dari keran umum depan rumahnya.

Dampak Solar Chapter UIUC, membantu mengurangi pengeluaran bulanan warga desa sebesar sekitar 10%. Waktu 4 jam yang sebelumnya digunakan untuk menempuh perjalanan ke mata air sekarang dapat digunakan untuk kegiatan produktif. Untuk kedepannya, Solar Chapter berencana untuk melanjutkan pengerjaan bab-bab selanjutnya di Desa Wekeke dan melebarkan sayapnya untuk menangani proyek- proyek baru di desa lain. Ini semua dapat tercapai dengan bantuan sponsor dan sumbangan individu yang dapat disalurkan melalui situs Solar Chapter (https://www.solarchapter.com/)

(Content Promotion/Solar Chapter)