Maju Tak Gentar Diciptakan oleh Siapa? Kenali Sosoknya

Jakarta

Lagu Maju Tak Gentar diciptakan oleh siapa? Lagu nasional tersebut dinyanyikan dengan tempo cepat dan bersemangat. Lagu Maju Tak Gentar bercerita tentang perjuangan para pahlawan Indonesia.

Lalu, lagu Maju Tak Gentar diciptakan oleh siapa? Simak informasinya di bawah ini.

Cornel Simanjuntak adalah pencipta lagu Maju Tak Gentar. Dia lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tahun 1921. Ia wafat pada tanggal 15 September 1946 karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari laman resmi Ensiklopedia Jakarta, Cornel Simanjuntak adalah seorang komponis autodidak dengan teori serta praktek musiknya diperoleh olehnya dari pater Yesuit J. Schouten. Cornel mendapatkan ilmu musiknya ketika bersekolah guru di HIK Xaverius College di Muntilan, Jawa Tengah.

lagu maju tak gentar diciptakan oleh cornel simanjuntak. lagu ini bercerita tentang semangat juang pahlawan indonesia mengusir penjajah.Lagu Maju Tak Gentar diciptakan oleh Cornel Simanjuntak. Lagu ini bercerita tentang semangat juang pahlawan Indonesia mengusir penjajah. (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)

Lagu-lagu Ciptaan Cornel Simanjuntak

Kehidupannya dihabiskan sebagai pejuang aktif yang ikut menjadi bagian selama masa perjuangan kemerdekaan. Pada masa kependudukan Jepang, Cornel Simanjuntak bekerja di Keimin Bunka Shidosho.

Ketika bekerja disitu, Cornel menciptakan banyak lagu berbau propaganda yang mempunyai arti penting sebagai latihan penciptaan bagi dirinya dan pendidikan musik untuk rakyat. Beberapa lagu propaganda yang pernah diciptakan Cornel Simanjuntak, antara lain:

  • Menanam Kapas
  • Menabung
  • Bekerja
  • Bikin Kapal
  • Hancurkanlah Musuh Kita (dikenal sebagai Awaslah Inggris dan Amerika)

Selain menciptakan lagu propaganda, Cornel Simanjuntak adalah pencipta lagu-lagu mars perjuangan dan lagu-lagu patriotik yang dinyanyikan seluruh Indonesia. Salah satu lagu perjuangan yang diciptakannya adalah Maju Tak Gentar.

Beberapa lagu perjuangan yang dibuatnya memegang peranan penting dalam menggerakkan semangat perjuangan pada masa revolusi fisik Indonesia saat melawan penjajah. Lagu-lagu heroik lainnya yang dibuat oleh Cornel Simanjuntak adalah:

  • Tanah Tumpah Darah
  • Padamu Pahlawan
  • Teguh Kukuh Berlapis Baja
  • Indonesia Tetap Merdeka/ Sorak-Sorak Bergembira

Lagu-lagu tersebut dituliskannya ketika ia dirawat di Sanatorium Pakem, Yogyakarta. Karena penyakit paru-paru yang dideritanya, tak banyak karya musik yang ditinggalkan oleh Cornel Simanjuntak dan hanya sebagian kecil dapat terselesaikan.

Beberapa lagu ciptaan Chornel Simanjuntak lainnya yang mempunyai lirik hangat mengharukan dan mengandung cita rasa dramatik, sebagai berikut.

  • Mekar Melati
  • Mari Berdendang
  • Lagu lagu Kemuning
  • Angin
  • Citra
  • 0 Ale Alogo
  • Kupinta Lagi
  • Adigan ma
  • Di na Laho Maridi

Penghargaan yang Diterima Cornel Simanjuntak

Secara anumerta, Cornel Simanjuntak dianugerahi Satya Lencana Kebudayaan oleh Pemerintah RI tahun 1961. Kemudian, Cornel Simanjuntak menjadi salah satu pahlawan nasional pada 10 November 1980. Kerangka jenazahnya dipindahkan dari pemakaman umum ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyatakarta.

Lirik Lagu Maju Tak Gentar

Lagu Maju Tak Gentar menggambarkan semangat dalam mengusir penjajah kala masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai lagu perjuangan, Maju Tak Gentar tercatat sebagai lagu yang mempunyai makna sebagai ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan perang semesta terhadap penjajah.

Lagu Maju Tak Gentar menjadi populer hingga hari ini dan banyak dihafalkan oleh masyarakat Indonesia. Berikut lirik lagu Maju Tak Gentar yang diciptakan Cornel Simanjuntak:

Maju tak gentar
Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang
Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak Tentu kita kita menang

Reff:
Bergerak bergerak
Serentak Serentak
Menerkam Menerjang Terkam
Tak gentar tak gentar
Menyerang menyerang
Majulah majulah menang

Lagu Maju Tak Gentar yang diciptakan oleh Cornel Simajuntak menjadi pengingat rakyat Indonesia dengan tidak boleh membiarkan penjajah kembali menguasai dan merampas hak-hak rakyat Indonesia.

(kny/imk)