Mantan Dubes Inggris untuk Myanmar Ditangkap di Yangon

Jakarta

Pihak berwenang Myanmar telah menangkap mantan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk negara itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (25/8/2022), sumber diplomatik mengatakan bahwa Vicky Bowman, yang menjabat sebagai Dubes Inggris untuk Myanmar dari tahun 2002-2006 ditangkap pada Rabu (24/8) waktu setempat di pusat komersial Yangon.

Sebelum menjabat sebagai duta besar, Bowman juga menjadi sekretaris kedua di kedutaan Inggris dari tahun 1990 hingga 1993.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami prihatin dengan penangkapan seorang wanita Inggris di Myanmar,” kata juru bicara kedutaan Inggris kepada AFP.

“Kami berhubungan dengan pihak berwenang setempat dan memberikan bantuan konsuler,” imbuhnya.

Sumber diplomatik tersebut mengatakan bahwa suami Bowman, Htein Lin juga ditangkap. Media lokal mengatakan pasangan itu telah dibawa ke penjara Insein di Yangon.

Sebuah sumber lain yang mengetahui kasus tersebut mengatakan pasangan itu telah ditangkap karena diduga melanggar undang-undang imigrasi.

Dakwaan atas kasus tersebut bisa diganjar hukuman maksimum lima tahun penjara.

Hubungan antara Inggris dan Myanmar telah memburuk sejak kudeta militer pada tahun 2021.

Pemerintah Inggris telah memberikan sanksi kepada beberapa perusahaan dan individu yang terkait dengan junta militer Myanmar setelah perebutan kekuasaan oleh militer tahun lalu.

Pada hari Kamis (25/8) ini, pemerintah Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan yang dikatakan telah membantu mengumpulkan dana untuk militer Myanmar selama tindakan keras 2017 terhadap sebagian besar minoritas Muslim Rohingya.

(ita/ita)