Masyarakat Banyumas Harus Bersiap Hadapi MEA 2018

masyarakat banyumas harus bersiap hadapi mea 2018

PURWOKERTO- Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan tahun depan. Mengantisipasi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinnakerkop dan UKM) Kabupaten Banyumas, Wisnu Hermawanto mengatakan, agar masyarakat Banyumas sudah siap dari sekarang.

Menurutnya, pada MEA 2018 produk dari luar negeri akan sangat mudah beredar di Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan ada di Banyumas. Sebagai bentuk antisipasi dan mempersiapkan persaingan, Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Kerupuk, yang dialoaksikan dari APBD Kabupaten Banyumas 2017.

pelatihan peserta pelatihan melakukan praktik pembuatan krupuk. masyarakat banyumas harus bersiap menghadapi mea 2018 mendatang. laily mediaradar banyumasPELATIHAN Peserta pelatihan melakukan praktik pembuatan krupuk. Masyarakat Banyumas harus bersiap menghadapi MEA 2018 mendatang. (LAILY MEDIARADAR BANYUMAS)

“Kami mengundang masyarakat dari 27 kecamatan di Banyumas, di mana masing-masing desa mengirimkan perwakilan dua orang,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa (19/12) dan Rabu (20/12) di halaman kantor Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, mendatangkan 330 peserta yang dibagi dua sesi.

Pengisi materi kegiatan, Ismadianto menuturkan, kegiatan pelatihan ini tentu dirasakan manfaatnya oleh para peserta pelatihan. Dan selain diberikan peltihan, peserta juga diberi motivasi mengenai kewirushaan.

“Kuncinya kerja keras dan kejujuran untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta diajarkan cara membuat kerupuk, mulai mencampur bahan hinga menggoreng. Salah satu perserta pelatihan dari Desa Sudimara, Cilongok, Sri Tanjung P mengaku mendapat wawasan baru. Ia pun merasa bisnis pembuatan kerupuk dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dalam skala kecil maupun besar. (ely)

Sumber: