Medsos Ramai Berita Penodongan Bersenjata Api, Pengelola Terminal Purwokerto Klaim Tak Ada Laporan

medsos ramai berita penodongan bersenjata api, pengelola terminal purwokerto klaim tak ada laporan

ilustrasi

PURWOKERTO – Postingan di facebook kasus penodongan di Terminal Purwokerto ramai diperbincangkan. Beberapa warga di Banyumas dan sekitarnya, khususnya Purwokerto juga menanggapinya beragam, mulai dari yang percaya maupun yang tidak.

Hingga berita ini ditulis, postingan dari akun Edi Wong Gemblung sudah dibagikan sebanyak 2.166 kali, dengan komentar beragam. Salah satu pemilik akun facebook dengan nama Choki Herlambang menuliskan komentar ‘Salam kang buat si mamang senyum yg ikhlas. Smg sehat, kuat n tegar sll aamiin. Maaf cm bantu share dan doa sj’. Komentar lain juga datang dari pemilik akun Meisa Riya yang mengatakan ‘Kk ak nangis lihat poto ini anak ya allah ingat anakku’.

Pemilik akun Edi Wong Gemblung, Edi Gunawan saat dikonfirmasi Radarmas, Selasa (31/5) kemarin, mengaku postingan tersebut berdasarkan cerita korban Lim Zalimpung. Dia menegaskan postingan yang dibuatnya tidak bermaksud untuk melecehkan sejumlah pihak, baik pihak terminal, aparat keamanan, atau PO bus tertentu.

Edi menceritakan kronologis kejadian penodongan tersebut. Menurutnya, kejadian itu berlangsung pada Kamis (26/5) lalu sekitar pukul 20.00 di WC umum terminal. Terkait lokasi terminal, Edi belum bisa memastikan apakah di Terminal Bulupitu Purwokerto atau terminal di Banyumas. Pasalnya, keterangan dari korban, dia sempat beberapa kali melihat papan nama Banyumas pasca penodongan tersebut.

“Waktu itu anaknya mau ke kamar kecil, lalu tiba-tiba ditodong dengan pistol. HP dan dompetnya diambil, hanya dikembalikan SIM card-nya saja. Sebelumnya juga dipukul dan ditendang. Anaknya tidak berani berteriak karena takut. Setelah itu, ternyata busnya ternyata sudah jalan. Sempat bertanya ke petugas, tapi akhirnya dia memutuskan untuk berjalan. Dan di sepanjang jalan dia melihat banyak tulisan Banyumas,” jelasnya.

Edi menjelaskan, korban merupakan warga Yogyakarta yang hendak ke Garut untuk mencari pekerjaan bersama anaknya. Setelah berjalan cukup jauh, sekitar di Banjar dia mengaku sempat meminta izin kepada salah satu pemilik warung di jalan untuk mengaktifkan nomornya kembali. “Saat itu dia langsung menghubungi anak saya. Karena tujuannya memang ke rumah saya. Saya tidak tanya detilnya itu di Banjarnegara atau BanjarPatoman. Setelah itu saya bersama anak saya menyusulnya. Dan saat ini masih bersama saya. Anaknya itu penakut dan pemalu, jadi tidak berpikir untuk melapor ke polisi atau semacamnya,” katanya.

Dari cerita korban, Edi yang merupakan warga Garut, menyayangkan sikap acuh dari penjaga WC yang ada di terminal tersebut. Pasalnya, saat kejadian, korban mengaku sempat melihat penjaga, namun tidak bertindak apa-apa. “Saya tidak tahu itu karena takut, atau memang berkomplot. Tapi saya memang tidak bermaksud menjatuhkan siapa-siapa,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Terminal Bulupitu Purwokerto, Hadi Suharto menegaskan tidak ada laporan kejadian penodongan pada tanggal tersebut. Dia juga sudah melakukan cross check ke pihak kepolisian, terkait adanya peristiwa tersebut. “Tidak ada apa-apa. Kalaupun ada kejadian pasti ada laporan, karena setiap hari pasti ada petugas yang berjaga dan berkeliling. Bahkan sampai malam,” katanya.

Meski demikian, dengan adanya postingan tersebut, Hadi mengaku justru akan lebih meningkatkan pengawasan lagi terhadap keamanan di terminal. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, Terminal Bulupitu Purwokerto sudah berkomitmen untuk bebas PKL dan pengamen. Dan sampai saat ini komitmen tersebut masih dilakukan. “Mungkin itu hanya orang iseng saja. Karena selama ini Terminal Purwokerto memang sudah cukup baik dan aman,” jelasnya. (bay/acd)

Sumber: