Megawati: Parpol Alat Perjuangan untuk Organisir agar Rakyat Bersatu

Jakarta

Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan 19 kantor DPC dan 2 monumen Bung Karno di berbagai daerah. Dia mengatakan pendirian kantor partai merupakan langkah mengorganisasi rakyat untuk membangun negara Indonesia.

“Organisasi parpol adalah alat perjuangan untuk mengorganisir rakyat kita untuk bisa bersatu padu, membangun negeri dan pemerintahan bangsa dan negara Indonesia ini,” kata Megawati secara daring, di gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya sudah mendirikan setidaknya 100 bangunan mulai dari kantor tingkat provinsi hingga sekolah partai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rinciannya untuk kantor tingkat provinsi atau DPD ada 10, tingkat kabupaten kota atau DPC ada 83 kantor, tingkat kecamatan atau PAC ada 7, wisma dan sekolah partai ada 4, dan 7 monumen Bung Karno,” papar Hasto.

“Yang paling banyak membangun adalah DPD PDIP Jawa Tengah dengan 20 kantor, dan DPD PDIP Jawa Timur dengan 12 kantor. Di luar Jawa, paling cepat adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, NTB, dan Jambi,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan 19 kantor DPC dan 2 monumen Bung Karno yang tersebar di berbagai daerah. Megawati mengatakan kantor baru ini dibangun sebagai rumah rakyat.

“Saya sudah teken prasasti 19 kantor partai baru dan ini adalah yang keenam kalinya dilakukan. Alhamdulillah dari 34 provinsi, 514 kan kota, alhamdulillah dengan 6 tahap, kita sudah ada kantor partai baru sebanyak 100. Itu masih kurang,” kata Megawati secara daring, di gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Megawati meminta anggota PDIP di seluruh Indonesia terus berupaya membangun kantor partai di tempat masing-masing. Menurut dia, kantor tersebut merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan rakyat.

“Karena kantor partai itu buat saya bukan hanya sekadar kantor, tapi rumah rakyat untuk berkomunikasi dengan mereka, alat perjuangan, mendengarkan kehendaknya (rakyat), apa yang diinginkan, lalu berjuang untuk mereka,” ungkapnya.

(maa/maa)