Memprihatinkan, Atap SD di Lebak 2 Tahun Nyaris Ambruk

Lebak

Kondisi atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten nyaris ambruk dan membahayakan siswa. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 2020.

Kepala Sekolah SDN 3 Muncangkopong Mujan mengatakan kondisi ini disebabkan lapuknya bangunan gedung. Dia mengaku sudah pernah melaporkan kondisi sekolah namun belum ada respons.

“Merasa prihatin, begitu dapat tugas kondisi ruangan sudah seperti ini,” kata Mujan kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total ada dua ruang kelas dan satu ruang guru yang kondisinya memprihatinkan. Akibatnya, para siswa harus bergantian menggunakan ruang kelas ketika belajar.

“Proses belajar dibagi shift, pagi dan siang. Jelas mengurangi proses kegiatan belajar. Terutama waktu menyampaikan pelajaran ke peserta didik. Ruang MCK dan ruang guru juga, untuk sementara ini masih ditempati walaupun banyak bolong-bolong (atap) kalau hujan air langsung menetes,” jelasnya.

atap sd di lebak 2 tahun nyaris ambruk (fathul rizkoh/detikcom)Atap SD di Lebak 2 Tahun Nyaris Ambruk (Fathul Rizkoh/detikcom)

Dia berharap bangunan gedung yang rusak bisa segera diperbaiki. Sehingga proses belajar mengajar bisa nyaman dilaksanakan.

Sementara, Siswa bernama Leni mengaku takut dengan kondisi gedung nyaris ambrol. Menurutnya belajar menjadi tidak fokus.

“Datang pukul 08.00 WIB masuk 09.30 WIB karena ada kelas yang rusak, jadi bergantian masuknya. Bergantian sama kelas 1. Sejak 2020 bergantian aja. Dulu ada istirahat nya tapi nggak lama paling berapa menit,” ujar Leni.

“Dibilang keganggu sih enggak tapi ada aja (gangguan). Apalagi sekarang kelas 6 mau ujian, jam belajar agak berkurang (bergantian menggunakan kelas),” tambahnya.

Dia pun berharap sekolah bisa segera diperbaiki. Sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan tenang dan nyaman.

“Pengen belajarnya giat, jam waktu agak ditambah biar belajarnya bisa lebih bagus. Biar meraih cita-cita. Iya bangunan diperbaiki, takut soalnya udah mau jatoh (kerangka atap), takut pas lagi belajar ketimpa. Berharap bisa diperbaiki agar belajar lebih giat dan nyaman,” pungkas Leni.

(mae/mae)