Merasa Nama Baiknya Tercemar, Hakim Ini Laporkan Pengacara ke Polisi

Jakarta

Seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, EN, melaporkan pengacara Duke Arie ke polisi karena merasa nama baiknya tercemar. Atas hal itu, Duke Arie menanggapi dengan bijak dan siap membuktikan pernyataannya.

Kasus yang dilaporkan itu saat EN berdinas di PN Gorontalo.

“Sebagaimana yang beredar di media online, atas nama hakim EN (dulu pernah bertugas di PN Gorontalo, sekarang bertugas di PN Lubuk Pakam) menunjuk penasihat hukum untuk menangani perbuatan yang diduga sebagai pencemaran nama baik atas dirinya,” kata humas PN Gorontalo, Irwanto saat dihubungi detikcom, Senin (25/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Irwanto menyatakan pencemaran nama baik yang dimaksud adalah pada saat Erwinson menangani perkara praperadilan perkara Nomor 3/Pid.Pra/2018/PN.Gto. Putusan praperadilan itu kemudian dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) oleh pihak yang keberatan.

“Dan menurut salah seorang pengacara terhadap pelaporan yang dimaksud KY telah menjatuhkan sanksi ke hakim EN dan berpendapat putusan praperadilan yang dijatuhkan nonexecutable atau tidak dapat dieksekusi,” ucap Irwanto.

EN merasa tidak pernah direkomendasikan sanksi oleh KY sehingga merasa nama baiknya tercemar. EN melaporkan hal itu ke Polres Gorontalo Kota akhir pekan lalu.

Atas pelaporan itu, Duke Arie menanggapinya dengan bijak. Ia siap membuktikan ucapannya itu.

“Hakim EN memang diberi sanksi atas putusan praperadilan oleh KY karena salah menafsirkan Pasal 82 ayat 3 huruf b KUHAP. Putusan KY tersebut terlah diterima oleh Pelapor yakni Hamim Pou di mana saya sebagai kuasa hukumnya,” kata Duke Arie.

Duke Arie menegaskan dirinya tidak pernah sama sekali mempunyai niat menyerang pribadi EN. Tetapi yang ia permasalahkan adalah putusan pengadilan yang kebetulan diketok oleh EN.

“Saya tidak punya niat sedikit pun untuk menghina atau mencemarkan nama baik hakim EN sebab yang saya permasalahkan di sini adalah putusannya, bukan orangnya. Makanya saya tidak pernah sebut namanya tapi inisial EN,” sambung Duke.

Lalu apa kata Duke Arie soal putusan KY itu?

“Mengenai pendapat saya atas putusan praperadilan yang oleh KY terbukti ada kesalahan penafsiran dan juga ada contoh kasus korupsi Bank Century yang juga telah diputus di praperadilan tapi tidak ditindaklanjuti oleh KPK sehingga atas dasar tersebut saya sebagai orang hukum berpendapat tidak dapat dieksekusi (nonexcutable). Sebab konstitusi menjamin kebebasan berpendapat,” ungkap Duke Arie.

(asp/zap)